3 Pasien Covid-19 di Kuningan Meninggal Dunia
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KUNINGAN, (FC).- Meski ada pasien positif aktif Covid-19 sudah dipulangkan karena kondisi sudah membaik, namun ternyata ada dua pasien Rapid Test Positif Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSU Linggarjati Kuningan dan RSUD 45 Kuningan.
Sedangkan satunya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), namun hasil rapid test negatif.
Ketiga pasien tersebut, salah satunya merupakan warga Kecamatan Pancalang yang menjalani perawatan di RSU Linggarjati meninggal kemarin, Rabu (15/4). Kemudian dua pasien lainnya yang menjalani perawatan di RSUD 45 Kuningan meninggal dunia.
Kepada wartawan, Camat Pancalang, Deni Komara membenarkan ada warganya yang meninggal dengan status rapid test positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di RSU Linggarjati. Namun menurutnya pasien tersebut sebelum dinyatakan rapid test positif, memiliki berbagai penyakit bawaan.
“Katanya sih punya penyakit paru-paru basah, diabetes, batuk dan kolesterol tinggi, coba ke dr. Edi Linggarjati lebih paham,” ujar Deni Akom panggilan akrab Camat Pancalang, Kamis (16/4) saat dihubungi FC.
Terpisah, Direktur RSU Linggarjati Kuningan dr. Edi Martono membenarkan bahwa ada salah satu pasiennya yang meninggal dunia Rabu kemarin.
“Pasien sempat menjalani perawatan sekitar 5 hari lamanya, hari Sabtu lalu dilakukan rapid test hasilnya positif,” ujar Edi kepada wartawan.
Sesuai dengan protokol kesehatan, lanjut Edi, pihaknya juga melakukan tes SWAB sehari sebelum pasien meninggal. Namun hasilnya jelas belum keluar langsung. Karena harus dikirimkan ke Bandung untuk dipastikan positif tidaknya.
“Cuma secara kronologis pasien komplikasi, ada riwayat paru-paru basah, diabetes serta kelosterol tinggi, dan usianya juga sudah rentan yaitu sudah 65 tahun,” kata Edi.
Terpisah, Direktur RSUD 45 Kuningan, dr. Deki Saefullah membenarkan ada dua pasien Covid-19 meninggal di rumah sakitnya. Keduanya merupakan warga Ciawigebang dan Ciniru. Keduanya merupakan pasien Covid-19 dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
“Namun tadi subuh pasien asal Ciniru meninggal dunia dengan status rapid test nya negative. Namun pasien ini memiliki penyakit penyerta sebelumnya yaitu jantung dan paru-paru (Pneumonia). Sedangkan pasien asal Ciawigebang meninggal dunia siang tadi sekitar 12.45 WIB dengan status rapid test positif, dan juga memiliki penyakit penyerta yaitu diabetes,” jelas Deki.
Disebutkan Deki, bahwa kedua pasien PDP yang meninggal tersebut sudah dilakukan test SWAB, namun hasilnya belum terkonfirmasi karena memang harus dilakukan test di Bandung.
“Kalau sudah ada penyakit penyerta sebelumnya, dan diduga terpapar Covid – 19, tentu menjadi berat bagi pasien,” ujar Deki
Sementara itu, update kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan dari Crisis Center pada Kamis (16/4) pagi tadi, masih tercatat 3 pasien positif aktif dan 3 pasien rapid test positif serta 1 meninggal dunia dari rapid test positif.
Total kasus Covid-19 yang tercatat sebanyak 1.434 kasus dengan jumlah OTG 113, ODP 1.262 dan PDP 59 kasus. Dari jumlah tersebut, yang telah selesai sebanyak 1.241 orang, dan yang masih dalam proses sebanyak 193 orang. (Ali)








Tinggalkan Balasan