22 Ribu Warga Terdampak Covid-19 Dapat Bansos dari Pemkab Majalengka
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC).- Kurang lebih 22 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Majalengka yang terdampak Virus Corona (Covid-19), mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) berupa uang senila Rp500 ribu dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, selama tiga bulan kedepan.
Hal tersebut mengemuka saat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka menggelar kegiatan diskusi bersama Sekretaris Derah (Sekda) dan Kepala BPBD Majalengka, di kantor PWI setempat, Jumat, (19/6).
Adapum narasumber pada kesempatan itu, Sekda Kabupaten Majalengka, H. Eman Suherman dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Permana, dengan diikuti puluhan wartawan dari berbagai media, baik cetak maupun electronik pesertanya.
“Ya, aat ini Pemkab Majalengka tengah menyalurkan Bansos kepada warga setempat terdampak Covid-19 yang tidak menerima bantuan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Jawa Barat, atau dana desa. Jadi, bansos ini sifatnya menyapu bersih semua warga Majalengka yang belum menerima bantuan,” kata Agus Permana yang juga Wakil Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Majalengka ini.
Menurut Agus, dari hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Sosial, penyaluran Bansos sendiri akan diberikan kepada seluruh warga Majalengka yang tidak mampu.
“Yang mendapatkan bansos itu warga yang tidak mampuh, dan saat ini penyalurannya tengah berlangsung,” tuturnya.
Selain Bansos, Agus juga menyoroti terkait alokasi anggaran Covid-19, yang saat ini belum sepenuhnya disalurkan. “Anggaran Rp94 miliar itu baru sebagian terserap, karena pagu yang ada itu sifatnya dana cadangan,” ujarnya.
Bukan hanya itu, lanjut dia, Gugus Tugas Majalengka juga saat ini tengah membentuk desa tangguh yang tahan secara ekonomi, maupun dari ancaman virus mematikan ini.
“Untuk sementara, desa tangguh ini remcananya setiap kecamatan akan ada desa percontohaan, dan ini sedang kita laksanakan,” jelasnya.
Di bagian lain, Sekda Majalengka, H. Eman Suherman, membahas terkait tes rapid dan Swab massal terhadap OTG, ODP, PDP, dan tenaga kesehatan yang telah dilaksanakan belum lama ini.
Menurut dia, dalam waktu dekat ini Pemkab Majalengka akan mengadakan kembali program serupa, dan kali ini tes tersebut akan dilaksanakam di 43 pasar tradisional yang ada di kabupaten yang berjuluk Kota Angin ini.
“Program ini secepatnya akan segera kita laksanakan. Kali ini, sasaran tesnya, baik rapid maupun Swab, yakni di pasar-pasar, dan di Majalengka sendiri ada 43 Pasar, di antaranya 4 pasar kabupaten, dan 39 pasar desa,” pungkasnya. (Ibnu).








Tinggalkan Balasan