Sempat Dituduh Rampas Tanah Warga, Masyarakat Bekasi Ternyata Dukung Pembangunan Kota Meikarta –

23/09/2017

Bekasi, Headline, Jabar

337 Views

Oleh: Hasan Basri

BEKASI, tintabiru.com/ – Diskusi yang digelar oleh massa yang mengatas namakan Front Bela Indonesia (FBI) pada Rabu(20/9/17) kemarin, di Gedung Kencana, Cawang, Jakarta Timur, ternyata menghasilkan kesimpulan yang bertolak belakang dengan tema diskusi.

Diskusi dengan tema “Gerakan Tolak Meikarta” yang dihadiri berbagai kelompok masyarakat itu menghasilkan kesimpulan bahwa, masyarakat Kabupaten Bekasi ternyata mendukung pembangunan Kota Meikarta.

Suasana Diskusi yang digelar di gedung Cawang Kencana sempat diwarnai perdebatan

Tuduhan yang dilontarkan panitia diskusi yang menyebut jika Meikarta telah merampas tanah milik warga Cikarang Kabupaten Bekasi, sama sekali tidak terbukti. Masyarakat Cikarang yang turut hadir pada acara diskusi tersebut bahkan sempat berdebat dengan panitia yang terkesan tendensius.

Sejumlah narasumber yang sebelumnya telah diagendakan untuk menjadi pembicara ternyata tidak ada satupun yang hadir. Salah satunya adalah Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, yang ternyata  menolak untuk menjadi keynote spekaer pada acara diskusi tersebut.

Sejumlah narasumber yang dijadwalkan menjadi pembicara pada diskusi GTM ternyata tidak ada satupun yang hadir

“Ternyata fakta di lapangan, masyarakat Cikarang Kabupaten Bekasi mendukung pembangunan kota Meikarta. Panitia yang menuduh bahwa Meikarta telah merampas tanah milik masyarakat Cikarang sangat tidak berdasar dan tidak terbukti, “kata tokoh masyarakat Cikarang, Icang Rahardian, saat diwawancarai sejumlah wartawan pada Sabtu (23/9/17).

Sebelumnya, Ketua Tim Kajian Meikarta, Abdulah Munir menyatakan, agenda diskusi yang digelar oleh massa yang mengatas namakan Front Bela Indonesia (FBI) terkesan sarat dengan muatan politis dan kepentingan golongan tertentu.

Menurutnya, diskusi yang digelar oleh Front Bela Indonesia (FBI) itu harusnya digelar di lokasi yang layak dengan menghadirkan semua elemen masyarakat.

“Tema diskusi tersebut mengangkat tema yang tidak menarik, dan terkesan menyudutkan pihak lain, “tandas Abdulah Munir, beberapa waktu lalu. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

Pos terkait