1 minggu ago
41 Views
YOGYAKARTA, tintabiru.com/ – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, menilai saat ini Indonesia berada dalam dua pilihan besar, yakni tetap memiliki pemerintahan yang tidak berpihak kepada rakyat atau memilih pemerintah yang akan menjaga kekayaan alamnya untuk rakyat.

“Indonesia sekarang berada di persimpangan jalan. Ada dua pilihan untuk rakyat kita. Ada dua pilihan, satu memilih keadaan seperti sekarang. Memilih segelintir orang tambah kaya, yang lain hanya penonton, kalau bisa menjadi pelayan bangsa lain, “ucap Prabowo saat bertemu relawan dan warga Yogyakarta di Sasono Hinggil, Alun-alun Selatan Kraton Yogyakarta, seperti dikutip dari kompas.com, Rabu (28/11/18).
Prabowo subinato mengatakan, pilihan rakyat yang pertama adalah melanjutkan kekayaan alam tidak dinikmati masyarakat, dan hanya dinikmati segelintir orang. Mantan Danjen Kopassus ini juga menyoroti tentang program BPJS yang masih menunggak di sejumlah rumah sakit.
“Kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia. Tidak mungkin Indonesia sejahtera. Dikatakan membangun infrastruktur, dikatakan pertumbuhan 5 persen. Saya bertanya pertumbuhan untuk siapa, pertumbuhan ini milik siapa. Yang jelas pertumbuhan ini tidak dimiliki rakyat Indonesia, “jelasnya.
Pilihan kedua, kata Prabowo, yakni pemerintahan yang akan bersih dari korupsi dan menjaga kekayaan alam bagi rakyat.
“Atau kita memilih suatu pemerintah yang bersih. Pemerintah yang anti korupsi, pemerintah yang akan menjaga kekayaan rakyat, kekayaan bangsa, untuk dinikmati oleh rakyat Indonesia semuanya, “tambahnya.
Prabowo bercerita tentang kunjungannya ke Yogyakarta hari ini. Awalnya ia ingin menghadiri Muktamar Pemuda Muhammadiyah, namun batal. Lalu dia menghadiri sejumlah agenda di Yogyakarta. Saat dalam kunjungannya ke sejumlah tokoh masyarakat di Yogyakarta, Prabowo bertemu dengan tukang becak.
“Saudara sekalian saya baru tadi disambut barisan tukang becak. Saya melihat sebagian tukang becak nampaknya usianya cukup tua. Tetapi mereka masih narik becak. Saya hargai dan hormati pekerjaan mereka. Mereka mencari nafkah untuk keluarga. Tapi sebagai negara yang terhormat, sebagai bangsa yang modern, kalau mereka masih terpaksa harus mengayuh becak, tetapi anak cucu mereka tidak boleh jadi tukang becak lagi, “tuturnya.
Capres nomor urut 02 ini mengaku tidak mengejek profesi tukang becak. Sebab, profesi itu halal dan tidak menyakiti serta tidak merugikan orang lain. Profesi tersebut adalah terhormat.
“Tetapi kita tidak sampai hati melihat kedaan ini terus menerus, “ujarnya.
Menurut dia, pembangunan ekonomi dipercepat dan ditujukan kepada masyarakat.
“Untuk itu harus ada pemerintah yang kuat. Pemerintah yang anti-korupsi, pemerintah yang berani untuk merebut kekayaan milik negara agar kembali ke tangan rakyat Indonesia, “paparnya.
Masalah Ekonomi
Prabowo mengaku sudah memiliki tim ekonomi yang bisa segera memulihkan keadaan ekonomi yang sulit seperti saat ini. Dia menilai, saat ini pertumbuhan ekonomi melambat sehingga tertinggal dari bangsa lain. Selain itu, Prabowo juga menyoroti tentang kekurangan gizi.
“Karena kurang gizi, anak-anak kita dari tiga, ada satu yang tidak tumbuh dengan baik. Otak mereka tidak tumbuh dengan baik. Sel tulang tidak tumbuh dengan baik. Sel otot tidak tumbuh dengan baik. Sehingga kita menjadi kalah dengan bangsa lain, “sambungnya.
Tak hanya itu, Prabowo juga menyoroti tentang elite politik yang saat ini mengklaim bahwa perekonomian Indonesia masih baik. Padahal itu diperoleh karena utang.
“Semua itu karena bangsa kita utang. Bangsa kita hidup dari utang, bayar gaji dari utang. Bisa berbuat apa-apa dengan utang. Ini bukan ekonomi bisa langgeng, bisa lanjut. Tidak ada negara yang bisa hidup hanya dari utang. Utang perlu dan utang bisa, kalau utang digunakan untuk produksi. Ternyata utang kita digunakan untuk impor, dan merugikan rakyat sendiri, “pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut Prabowo menghadiri deklarasi puluhan kelompok relawannya yang ada di Yogyakarta. (sa)

