5 Februari 2017
Reporter: Fajar Sukma
BEKASI – Kepala Badan Karantina Kementan RI, Banun Harpini mengatakan, dalam mendukung percepatan tanam pihaknya telah memberikan bibit varietas unggul untuk padi di Kabupaten Bekasi.
Selain itu juga, dapat memberikan dukungan berbagai alat sistem pertanian (alsintan) yang diberikan untuk memotivasi para petani yang bekerjasama dengan TNI.
“Kami selain memberikan bibit unggul untuk petani juga memberikan alsintan yang telah terbentuk Brigade Alsintan salah satunya Kodim 0509/Kabupaten Bekasi,” papar Binun Harpini di Desa Lenggah Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupatem Bekasi, Minggu (05/02).
Dengan dukungan-dukungan dari Kementan RI yang bekerjasama dengan TNI, pihaknya berharap para petani mulai bergeliat bersemangat untuk melakukan percepatan tanam agar Swasembada Pangan Nasional tercapai.
“Alhamdulillah, tahun kemaren kita sudah tidak mengimport beras lagi, semoga tahun ini pun tidak, karena di Indonesia berasnya melimpah,” katanya.
Sementara itu, Danrem 051/Wijayakarta, Kolonel Inf Rifki menyampaikan, TNI akan selalu melakukan pengawasan, pendampingan untuk membangkitkan semangat para petani serta akan terus melakukan penyuluhan dan pendekatan melalui anggotanya kepada para petani agar budaya menanam yang tadinya sekali menjadi tiga kali.
“Merubah budaya itu paling berat, dari 1 atau 2 kali menjadi 3 atau empat kali tanam, dan ini sudah dilakukan 2 tahun ini,” jelasnya.
Selain itu, juga akan melakukan pengawasan pendistribusian pupuk yang harus benar-benar sampai ke tangan petani secara langsung. “Kami juga melakukan pengawasan pendistribusian pupuk agar langsung sampai ke tangan petani,” bebernya.
Dan jika ada kendala di lapangan, kata Danrem 051/Wkt, terkait pengelolaan lahan suatu, misal ada hambatan kekurangan air, maka pihaknya akan langsung menerjunkan alat yang ada untuk menyelesaikan masalah.
Terpisah Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Letkol Czi Zulhadrie S Mara, untuk penjualan hasil panen, pemerintah telah menjamin harga, pembelian oleh badan urusan logistik (bulog) akan dilakukan pengendalian dan tidak perlu khawatir apalagi tim penyerapan gabah (sergap) sudah ada dan ini sudah dijaga.
“Di wilayah Cabang Bungin pada tahun ini, sudah ada 600 hektar yang dilakukan penanaman dan nanti akan menyusul dengan kecamatan lainnya, dan lahan abadi atau lahan berkelanjutan tidak berkurang lagi dan segera disahkan perdanya,” pungkas Dandim. (*)

