21/08/2017
624 Views
Oleh: Dadang Aripudin
KARAWANG, tintabiru.com/ – Puluhan pesilat dari anggota Gerakan Sosial Masyarakat Bersatu (GSMB) Kabupaten Karawang memperagakan atraksi debus dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke -72.
Acara peringatan HUT RI ke – 72 ini digelar GSMB di halaman depan Markas GSMB, Kampung Gorowong, Kelurahan Adiarsa Timur, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang.

“Silat dan debus adalah salah satu seni bela diri asli Indonesia yang berasal dari Provinsi Jawa Barat. Atraksi debus merupakan salah satu seni dan silat sebagai pertahanan diri dari serangan musuh. Para pejuang yang memerdekakan bangsa Indonesia dahulu banyak mempunyai ilmu silat dalam melakukan perlawanan terhadap para penjajah, “kata Arjun, ketua Umum GSMB Kabupaten Karawang.
Menurut Arjun, selain dalam rangka HUT RI ke – 72, peragaan silat dan debus adalah salah satu upaya pelestarian kebudayaan asli Indonesia yang saat ini keberadaannya semakin pudar akibat generasi muda lebih senang mempelajari ilmu bela diri negara asing.

Padahal, sambung dia, silat adalah ilmu bela diri tertua dan telah diakui kekuatannya. Bahkan para pejuang dalam masa penjajahan, menurutnya, kerap melatih rakyatnya dengan silat sebagai ilmu ketangkasan dan bela diri.
Ketua Umum GSMB juga menegaskan, setiap orang yang memiliki ilmu silat wajib merendahkan hatinya dan dilarang menggunakan ilmunya tersebut untuk hal-hal yang negatif. Karena di setiap perguruan pencak silat, ungkap dia, setiap murid wajib melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya untuk menjaga jiwa mereka agar selalu tetap dalam keadaan bersih.

“Kami mengajak kepada semua generasi bangsa ini untuk ikut berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya asli Indonesia, sehingga budaya kita tidak sampai dicuri oleh negara lain. Sementara beberapa negara lain telah mulai mengembangkan ilmu silat padahal mereka mempelajarinya dari Indonesia, “jelas dia.
Arjun mengungkapkan, tidak sedikit dari murid binaannya yang telah dibekali dengan seni beladiri silat telah mengharumkan nama bangsa Indonesia dalam kancah kejuaraan baik di tingkat Daerah, Provinsi, Nasional maupun Internasional. Sehingga sebagai warga negara Indonesia, jelas dia, patut bangga dengan kebudayaan Indonesia yang telah diakui dunia Internasional.
“Selama ini debus identik dengan ilmu kanuragan yang masuk kategori black magic, padahal persepsi itu salah karena setiap orang pun bisa menguasainya asalkan mau berlatih, karena jika diolah dan terus berlatih setiap manusia bisa memiliki ilmu tenaga dalam, “pungkasnya. (*)

