Ini Cara Dedi Mulyadi “Memanjakan” Sawah Berikut Para Petaninya –

22 Januari 2017

Headline, Purwakarta

Oleh: Lita Agustin

SEPERTI inilah cara Kang Dedi, sebuatan akrab Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, dalam menjaga ketahanan pangan berikut kesejahteraan para petaninya di wilayah yang dipimpinnya. Pria yang lekat dengan pakaian khas Sunda berikut ikat kepala ini, hampir setiap minggu “turun ke sawah” meninjau langsung kondisi dan berkomunikasi langsung dengan petani.

C2nKlXEUsAA2AtSAda alasan kuat, kenapa suami dari Hj Anne Ratna Mustika ini begitu peduli dengan sektor pertanian (padi) dan kelangsungan hidup para petaninya.

“Padi mengajarkan kita pada sifat rendah hati, menunduk ketika berisi. Dari sini, saatnya kita belajar dari ketabahan petani, para petani seperti Pak Opik ini harus sejahtera,” ujarnya saat menemui seorang petani bernama Opik di salah satu Desa di Kabupaten Purwakarta, beberapa hari lalu.

Alasan lain, bagi ayah dari dua putra ini, sektor pertanian merupakan benteng yang kokoh dalam keberlangsungan suatu daerah, bahkan negara. “Jika sektor pertanian lemah, maka itu akan berdampak pada semuanya,” ucapnya.

Dalam menjaga sektor pertanian berikut para petaninya, sosok yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Jabar ini juga telah mengasuransikan seluruh tanaman padi dari kerugian besar akibat puso. Luas area pertanian yang diasuransikan, mencapai 46 ribu hektare. Dengan besaran premi asuransi yang akan diberikan kepada petani Rp10 juta per hektarenya.

C2nKp3aVEAACqHU“Saya jamin, berapa pun luas padi petani yang mengalami puso, tetap akan dibayar. Pemberlakuan asuransi mulai Januari 2017,” jelasnya.

Menurut Dedi, skema asuransi pertanian tersebut sebagai upgrading dari program Kementerian Pertanian tapi dengan cakupan yang lebih luas dan dengan nilai klaim asuransi yang lebih besar. Sejauh ini, kata dia, Kementerian Pertanian hanya menoleransi lahan seluas dua hektare yang dijamin asuransinya. Nilainya juga lebih kecil, sehingga belum memenuhi harapan para petani.

Dedi menuturkan petani selalu menjadi kaum yang termarjinalkan. Padahal, peran dan jasa petani terhadap pemerintah sangatlah besar. Menurut dia, petani harus dilindungi, terlebih jika mengalami gagal panen.

Dedi memberi gambaran, saat terjadi musibah kebakaran atau kecelakaan lalu lintas, korbannya pasti mendapatkan asuransi. Hal yang sama, menurut dia, pantas didapatkan petani. “Selama ini petani sabar, makanya harus ada yang menjamin karena hasil kerja mereka itu sangat mempengaruhi kehidupan kita,” utas Dedi.

Selain jaminan asuransi, Dedi memproteksi para petani dengan menerbitkan larangan penggunaan lahan pertanian untuk membangun pabrik ataupun perumahan. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

Pos terkait