21 Februari 2017
Oleh: Bayu Sid
PERESMIAN Air Mancur Sri Baduga Purwakarta makan korban. Selain satu nyawa melayang, puluhan warga pingsan akibat desak-desakan. Lalu, siapa yang bertanggungjawab atas kondisi ini??

Sejumlah netizen di media sosial mempertanyakan itu. Sejak ramai pemberitaan di media onlie terkait peristiwa tersebut, netizen kini ramai mempertanyakan soal pertanggungjawaban atas penyelenggaraan acara yang memakan korban itu.
“Lalu ini siapa yang bertanggungjawab?” tulis seorang netizen di laman Facebook.
“Harusnya penyelenggara mematangkan dulu dan memikirkan soal kondisi terburuk apabila terjadi pembludakan penonton. Ini mah kayak yang tidak ada persiapan matang dan tidak ada antisipasi terkait hal tersebut,” timpal netizen lainnya.
Untuk diketahui, peresmian Air Mancur Sri Baduga III yang diresmikan oleh Mentri Pariwisata, Sabtu (18/2/2017) malam memakan korban. Satu orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya pingsan akibat desak-desakan.
Korban meninggal dunia bernama Hj. Indra Kusumawati (42) warga Gang Beringin Purwakarta. Diduga korban meninggal akibat berdesak-desakan diantara ribuan penonton. Namun pihak RSUD Bayu Asih Purwakarta menyatakan kalau korban meninggal dunia akibat serangan jantung.

Menurut keterangan dokter di Rumah Sakit Bayu Asih, korban meninggal di perjalanan saat akan di evakuasi ke rumah sakit.
Dilansir dari Pojoksatu.id, korban meninggal dunia merupakan salah seorang kerabat perwira menengah dari unsur TNI. Hal ini seperti dituturkan salah seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya.
“Korban meninggal merupakan adik iparnya salah seorang perwira menengah,” ujar Sumber melalui pesan singkat.
Selain memakan korban jiwa, peresmian air mancur Sri baduga juga diduga mengakibatkan puluhan orang mengalami pingsan karena kelelahan saat berdesak-desakan.
“Di depan kantor kejaksaan ada sekitar 12 sampai 15 orang yang pisan, beberapa diantaranya berangsur siuman dan langsung dibawa keluarganya. Sedangkan yang pingsannya lama langsung di evakuasi ke Rumah Sakit Bayu Asih,” ujar Tedi salah seorang warga yang sempat menolong korban pingsan.
Selain di depan kantor kejaksaan di beberapa titik lainnya juga sama, seperti di depan Indomart yang ada di sebelah timur pintu utama ada belasan kelelahan dan pingsan. Kemudian di depan Rumah Sakit Gunung Putri ada sekitar 8 orang yang juga kelelahan dan pingsan.
Para korban yang kondisinya parah langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, selain bayu Asih yaitu rumah sakit gunung putri dan puskesmas. (*)



