14 Pasien Covid-19 di Kuningan Meninggal Dunia
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KUNINGAN, (FC).- Hingga hari ini tercatat sebanyak 14 pasien terindikasi Covid–19 telah meninggal dunia. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kuningan, dr. Asep Hermana, Jumat (1/5).
Menurut dr. Asep, bahwa tren covid–19 hingga hari ini cukup stabil bahkan menurun. Namun dari ribuan kasus covid-19 yang tercatat di Kabupaten Kuningan bukan hanya pasien positif aktif maupun rapid positif, melainkan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga Orang Tanpa Gejala (OTG) merupakan bagian dari kasus covid–19.
Untuk jumlah ODP dari awal hingga saat ini sudah tercatat 1.444 kasus, dan yang telah selesai dalam pemantauan sebanyak 1.357 kasus. Sedangkan yang masih dalam proses pemantauan sebanyak 87 kasus.
“Tapi dari jumlah itu, ada yang meninggal dunia. Jumlah ODP yang meninggal hingga tadi malam total ada 10 orang,” ujar dr. Asep.
Sementara untuk PDP jumlahnya mencapai 99 kasus, yang telah selesai dalam pengawasan sebanyak 60 kasus, dan masih dalam proses pengawasan sebanyak 39 kasus.
“Untuk kasus PDP sendiri yang meninggal hingga saat ini sudah ada 4 orang, 2 diantaranya dari luar kota, dari Majalengka yang menjalani perawatan di Kuningan, di RSUD 45 dan di RS Hasna Medika. Dan yang di rawat di Hasna Medika sebelum meninggal sempat dilakukan rapid test dan positif,” jelas dr. Asep.
Sedangkan untuk OTG meskipun cukup banyak mencapai 170 kasus, dan yang telah selesai dalam pengawasan sebanyak 113 kasus dan masih proses pengawasan sebanyak 57 kasus, namun yang meninggal dunia tidak ada.
“Jadi kasus pasien covid–19 yang meninggal dunia di kuningan hingga hari ini sebanyak 14 kasus, yaitu dengan status ODP sebanyak 10 kasus, dan PDP sebanyak 4 kasus. Dan kasus kematian dari covid–19 ini terkahir pada tanggal 28 april 2020 kemarin,” ujar dr. Asep.
Sisi lain, dr. Asep mengaku bangga dengan Kabupaten Kuningan telah memiliki rumah sakit rujukan yaitu RSUD 45 dan Instalasi Infeksi RSUD 45 (Eks. RS Citra Ibu) dengan isolasi yang baik dan standar WHO dengan dilengkapi HEPA Filter dan negative pressure.
“Jarang ada rumah sakit yang memiliki itu. Tentu ini bukti Pemda peduli terhadap warganya dan masyarakatnya apabila ada gejala covid–19, sehingga bisa ditangani dengan cepat, tanpa harus rujukan ke rumah sakit lainnya,” jelas dr. Asep.
Terbukti, meski jumlah pasien positif, baik aktif maupun rapid positif setelah menjalani perawatan ada yang sembuh sebanyak 4 orang dengan rincian positif aktif sebanyak 12 kasus, yang sembuh sebanyak 2 dan meninggal 1, dan masih pengawasan sebanyak 9 kasus.
Sedangkan positif aktif sebanyak 6 kasus, meninggal 1 dan sembuh 2, sedangkan masih pengawasan 3 kasus. (Ali)








Tinggalkan Balasan