INDRAMAYU. (FC).- Sebanyak 10 unit rumah di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, ludes dilalap api pada Jumat (11/9/2026) malam.

Kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk tersebut diperkirakan terjadi kira-kira pukul 23.57 WIB, bahkan tidak hanya melalap 10 rumah semi permanen warga, juga menghanguskan lima bangunan lainnya.

Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan, luasnya areal yang terbakar membuat upaya pemadaman memakan waktu hingga hampir tiga jam.

Menurut dia, api baru benar-benar dinyatakan padam kira-kira pukul 03.00 WIB, meski tiga unit armada damkar hingga belasan petugas berupaya memadamkannya sejak pukul 00.14 WIB.

“Ada 10 rumah dan lima bangunan yang hangus terbakar, tetapi kami pastikan tidak ada korban baik dari sisi warga maupun petugas yang dikerahkan ke lokasi untuk menangani kejadian ini,” kata Jajat Wibisono saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Sabtu (12/9).

Ia mengatakan, kebakaran itu bermula saat listrik yang baru menyala setelah pemadaman melanda wilayah Desa Eretan Wetan kira-kira pukul 23.30 WIB, dan api pertama kali terlihat di salah satu rumah warga.

Namun, kondisi permukiman yang cukup padat, dan rata-rata rumah warga setempat merupakan bangunan semi permanen berbahan kayu hingga hebel membuat api cepat membesar.

Material bangunan yang didominasi bahan semi permanen dari mulai kayu hingga hebel membuat kobaran api dalam waktu yang relatif singkat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.

“Jadi, apinya cepat membesar dan cepat juga menyebar ke rumah serta bangunan lainnya, karena rata-rata bangunannya semi permanen, tetapi total kerugian dalam peristiwa ini belum dapat ditaksir,” ujar Jajat Wibisono.

Berdasarkan hasil pendataan awal, 10 rumah yang ludes terbakar merupakan milik Dana, Yayan, Tati, Entus, Komala, Eva, Eni, Bayu, Mami Sut, dan Liyah, sedangkan lima bangunan terdampak ialah milik Hadi, Rinto, Jiun, Saniti, serta Bobby.

Jajat menyampaikan, pihak kepolisian juga masih menyelidiki dan memeriksa lebih lanjut untuk mendalami penyebab pasti kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk tersebut.

“Saat penanganan kebakaran di Desa Eretan Wetan, kami sempat menemui kendala aliran listrik yang belum padam sepenuhnya saat baru tiba di lokasi, tetapi petugas terkait langsung memutusnya, sehingga pemadaman bisa dimaksimalkan,” pungkasnya. (F-08)