KAB. CIREBON, (FC).- Sebanyak 1.400 orang di wilayah Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon disuntik vaksin Sinovac, Rabu (17/3).

Vaksin tersebut menyasar kalangan Kuwu, perangkat desa, dan guru, pelaksanaan vaskin tersebut akan berlangsung selama seminggu kedepan.

Camat Gebang Adang Kurnida memaparkan, target vaksinasi di Kecamatan Gebang dengan sasaran pelayan masyarakat terutama Satgas Covid-19 Desa dan guru.

Kegiatan ini dibagi dua titik, yakni Puskesmas Gebang sebnayak 1.000 orang dan Puskesmas Kalimaro 400 orang.

“Kemampuan perhari 100 orang, hari pertama pelaksanaan berjalan lancar dan yang lolos sebanyak 90 orang, kebanyakan yang ditunda karena tensinya tinggi, sasaran adalah pelayan publik, dari mulai Kuwu, perangkat desa dan guru,” papar Camat.

Diperkirakan, kegiatan vaksinasi akan berjalan selama seminggu kedepan.

Bagi yang sudah terjadwal namun belum mengikuti vaksin, maupun mereka yang ditunda karena tensi tinggi dan hasil skrining belum bisa dilakukan vaksinasi, pihaknya akan menjadwal ulang di kemudian hari.

Targetnya, sambung dia, semua pelayan publik bisa disisir pada pelaksanaan vaksinasi tahap awal untuk masyarakat umum ini.

“Tidak ada arah sanksi bagi mereka yang enggan divaksin ataupun karena takut kepada jarum suntik, kami sampaikan bahwa vaksin tidak ada efek samping dan vaksin telah dinyatakan halal oleh MUI, jadi mari kita vaksin agar kita terhindar dari penularan virus Covid-19,” ucapnya.

Ditambahkan Adang, sampai saat ini Kecamatan Gebang masih zona kuning.

Sejak awal pandemi sampai sekarang, sudah 65 warganya positif Covid-19 yang tersebar di 13 desa, dan minggu ini masih tersisa sekitar 6 orang. Sebagian sudah selesai melaksanakan isolasi.

Pelaksanaan vaksin adalah salah satu bentuk ikhtiar dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, selain tetap menerapkan prokes dengan melakukan 5 M (Mencuci tangan, Memakai masket, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan, Menghindari bepergian).

“Semoga dengan ikhtiar yang kita lakukan, penyebaran Covid-19 di Kecamatan Gebang segera sirna dan kehidupan kembali normal,” harapnya. (Nawawi)