PSBB Hari Pertama Kota Cirebon, Jalanan dan Pasar Relatif Normal
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Hari ini Rabu (6/5), hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara serentak. Pantauan wartawan FC di sejumlah titik jalan Kota Cirebon maupun perbatasan dengan Kabupaten Cirebon terpantau cenderung normal.
Seperti terpantau di Pos Penyekatan Jalan Krucuk (Slamet Riyadi) biasanya banyak elf Indramayu yang parkir. Namun kali ini sepi, hanya ada satu dua yang melintas saja. Demikian pula dengan angkutan kota, tidak banyak terlihat berseliweran.
Petugas dari Dishub, Kepolisian, TNI, Satpol PP dan PMI terlihat memantau kendaraan yang datang dari arah Kabupaten Cirebon maupun Indramayu. Beberapa elf dihentikan guna memeriksa suhu tubuh penumpang dengan menggunakan thermo gun.
Sementara didalam kota, tepatnya Check Point GTC, pihak kepolisian dan TNI melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan motor dan mobil. Pemeriksaan lebih kepada penegakan aturan PSBB, setiap pengendara maupun penumpang harus mengikuti prosedur yang ada.
Salah seorang pengendara motor sempat dihentikan dan ditegur petugas karena terlihat tidak menggunakan masker.

“Lupa pak, tadi habis cuci muka masker gak dipakai lagi. Ini ada di tas,” ucapnya.
Di Pasar Kanoman pada pagi hari sampai menjelang siang, kegiatan transaksi jual-beli masih ramai. Beberapa penjual dan pembeli nampak belum memakai masker. Padahal aturan PSBB jelas, setiap penduduk yang keluar rumah harus memakai masker.

Omset pedagang sendiri rata-rata mengalami penurunan. Entah daya beli masyarakat turun atau masyarakat mungkin berhemat.
“Rame sih mas, tapi pada belinya sedikit. Padahal harga sudah murah, mungkin juga pada berhemat soalnya PPDB kan masih lama,” terang Salmi penjual rempah-rempah di Pasar Kanoman kepada FC. (Gus)








Tinggalkan Balasan