MAJALENGKA, (FC).- Sebanyak lima rumah yang berada di bibir tebing di Desa Leuwikujang, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten  Majalengka terancam  ambruk. Hal itu setelah satu dapur rumah milik Komar (623) salah satu warga desa tersebut ambruk, usai Tembok Penahan Tebing (TPT) yang berada di bawahnya roboh. Adapun peristiwa  ambruknya  dapur terjadi pada Selasa (24/1) sore,  saat hujan deras mengguyur desa tersebut.

Camat Leuwimunding, Aay Kandar Nurdiansyah mengatakan, di Desa Leuwikujang sendiri merupakan daerah yang padat penduduk, yang mana di antaranya berada di bibir tebing yang rawan  longsor.

“Di sini memang pemukiman padat dan terletak di pinggir tebing, sehingga kemungkinan terjadinya tanah  longsor yang mengakibatkan rumah warga  roboh itu tetap besar,” ujar Aay saat meninjau langsung rumah warga yang mengalami bencana di Desa Leuwikujang, Rabu (25/1).

Bukan tanpa alasan, kontur tanah di bibir tebing memang memiliki kontur yang labil. Sehingga, ancaman untuk tanah  longsor sangat memungkinkan terjadi.

“Apalagi Kecamatan Leuwimunding ini salah satu kawasan rawan bencana mengingat kontur tanah di sini bertebing-tebing, sehingga ancaman untuk tanah longsor tetap ada,” ucapnya.

Aay pun menyebut, sedikitnya ada lima rumah lainnya di titik terjadinya bencana  longsor di Desa Leuwikujang yang terancam  ambruk. Sebab, selain kontur tanah yang labil, TPT di titik tersebut sudah lapuk termakan usia.

“Kalau di bibir tebing ini ada 5 rumah warga lainnya yang kondisinya sama rawan terhadap  longsor, karena TPT di sini juga usianya sudah lama sehingga tingkat kerapuhannya sangat tinggi,” jelas dia.

Sementara, terkait peristiwa yang dialami Komar, Pemerintah Kecamatan berencana merelokasi ke tempat yang lebih aman. Hal itu semata-mata mencegah kembalinya terjadi peristiwa  longsor yang merenggut korban jiwa.

“Kebetulan (rumah Komar) terletak di bibir tebing, sehingga sebagian rumah itu tergerus air hujan dan hari ini kami berinisiatif bergotong royong mengevakuasi barang berharga yang masih bisa diselamatkan ke tempat yang lebih aman. Kami juga merencanakan merelokasi rumah Komar ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Sementara Komar pemilik rumah yang ambruk karena tergerus longsor tidak bisa menahan kesedihannya. Karena rumah yang selama ini menjadi tempat ia sekeluarga bernaung kini telah hancur dan tidak bisa lagi ditempati. Saat ini dirinya bersama keluarga menumpang dirumah keluarga terdekat.

“Saya sangat sedih sekali atas peristiwa ini, beruntung saat tragedi itu terjadi kami sekeluarga berhasil menyelamatkan diri. Walau rumah saya ambruk akibat tergerus longsor yang penting istri dan anak serta cucunya selamat,” kata Komar seraya mengusap air mata.

Dikatakan Komar, saat ini dirinya pasrah karena sudah tidak punya lagi rumah untuk ditinggali. Dia berharap pemerintah bisa memberikan tempat tinggal yang layak untuk diri dan keluarganya. Bahkan dirinya memohon untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman agar terhindar kembali dari tragedi yang sama.

“Saya sudah pasrah, semoga pemerintah bisa merelokasi dan membuatkan tempat tinggal yang layak untuk kami berteduh,” pungkas Komar. (Munadi)