MAJALENGKA, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Majalengka terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka  stunting di wilayahnya.

Berdasarkan hasil survei status gizi Indonesia pada tahun 2021, angka  stunting di  Majalengka masih berada di angka 23 persen. Jika dikasuskan, jumlahnya mencapai 2.932 kasus atau turun dibanding sebelumnya, yakni 4.382 kasus. Kondisi seperti itu membuat seluruh pihak terkait sekuat tenaga terus menekan angka tersebut.

Seperti di tahun 2022 lalu, Dinas Kesehatan  Majalengka melakukan berbagai upaya pencegahan dengan terjun langsung ke masyarakat menekan angka  stunting.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan  Majalengka,  Evi Fachlaeli mengatakan, sejak tahun 2020 lalu, penanganan  stunting menjadi prioritas yang utama. Ada berbagai kegiatan yang dilakukan, seperti memberikan bantuan telur untuk warga bumil, berikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada kaum remaja yang hendak menikah maupun sosialisasi ke berbagai sekolah.

“Kegiatan lainnya juga, seperti rembuk  stunting bersama seluruh stakeholder terkait, lalu juga ada pemberian vitamin ke balita dan lainnya. Kegiatan-kegiatan itu tentunya upaya preventif yang dilakukan demi menekan angka  stunting di  Majalengka,” ujar Evi kepada wartawan, Selasa  (10/1).

Ia menjelaskan, bahwa dampak  stunting bisa mempengaruhi kualitas sumber daya manusia (SDM). Sehingga, di tahun 2023, program-program yang akan dijalankan tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Hanya saja tahun 2023 nanti, Bappelitbangda yang akan menjadi leader pencegahan  stunting, kami ikut di belakangnya untuk sama-sama menurunkan angka  stunting,” ucapnya.

Disampaikan dia, bahwa di tahun 2022 lalu, Kecamatan Sumberjaya menjadi daerah yang menjadi penyumbang kasus terbanyak, yakni sebanyak 596 kasus.

Sementara, daerah terendah dipegang oleh Kecamatan Cikijing, yang hanya 6 kasus.

“Kami tentunya setiap tahun berkomitmen dengan semua komponen baik Kepala Desa, Dharma Wanita, PKK atau anggota organisasi profesi lainya untuk sama-sama menurunkan angka  stunting,” jelas dia. (Munadi)