KAB. CIREBON, (FC).- Untuk memberdayakan pemuda-pemuda Kabupaten Cirebon, khususnya pemuda organisasi sayap partai yaitu Banteng Muda Indonesia (BMI). BMI Kabupaten Cirebon membentuk koperasi.

Prestasi yang sangat membanggakan, belum juga genap satu tahun, koperasi BMI Kabupaten Cirebon ini ternyata telah memiliki ratusan anggota koperasi. Bahkan sudah ditopang oleh beberapa usaha yang dimiliki koperasi BMI Kabupaten Cirebon.

Ketua Koperasi BMI Kabupaten Cirebon, Ibnu Abdillah mengatakan, koperasi BMI Kabupaten Cirebon ini berdiri sejak Februari 2021 lalu. Sampai dengan saat ini anggota koperasi sebanyak 120 anggota. Kebanyakan adalah anggota BMI Kabupaten Cirebon.

“Jadi tujuan koperasi ini dibentuk adalah untuk pemberdayaan kader-kader BMI, jadi supaya kader BMI itu untuk bisa berdaulat secara politik, kemudian secara ekonomi nya juga berdaulat. Jadi konsep dasar kedaulatan politik menurut Bung Karno adalah keberesan ekonomi, jadi kalau keberesan ekonomi belum bisa tercapai, politik juga mustahil,” ungkap Ibnu ditemui di kantor pemancingan BMI Kabupaten Cirebon, Jumat (24/12).

Ibnu menambahkan, tujuan koperasi BMI ini adalah untuk menumbuhkan sikap politik BMI agar arahnya jelas dan tidak dapat digoyahkan terhadap situasi apapun. “Kita harus berdaya. Makanya bentuk koperasi ini,” tambahnya.

Dijelaskan Ibnu, setiap anggota koperasi diharuskan membayar simpanan pokok wajib. Sesuai dengan ditetapkan koperasi. Diantaranya, besaran simpanan pokok Rp100 ribu hanya cukup satu kali selama menjadi anggota, kemudian simpanan wajib Rp50 ribu setiap satu bulan sekali.

“Alhamdulillah, respon teman-teman BMI sangat banyak yang merasa diuntungkan, artinya mereka bisa menjalankan usaha secara bersama-sama, karena bergotong royong dan dapat menikmati hasilnya bersama-sama,” katanya.

Saat ditanya berapa besaran jumlah sisa hasil usaha (SHU) anggota? Ibnu menjelaskan, pembagian SHU itu setiap akhir tahun, jadi SHU belum ia hitung, nanti setelah tutup buku baru kelihatan SHU per anggota dapat berapa, yang jelas sesuai ketentuan keterlibatan dalam usaha itu. “Usaha yang sudah berjalan adalah cabang usaha atau unitnya banyak. Ada simpan pinjam, perdagangan, ada kolam pemancingan, kafe and resto yang akan dibuka. Bisa pastikan SHU setiap anggota itu bisa memuaskan,” ungkapnya.

Harapannya, dengan adanya koperasi BMI ini, ke depan BMI Kabupaten Cirebon umumnya BMI secara nasional artinya dari segi publikasi secara nasional adalah mengenalkan BMI bukan sekedar organisasi partai politik, tetapi BMI bergerak ekonomi bagi kader-kader sehingga BMI bukan hanya organisasi yang tampaknya keliatan gradag grudug BMI ada kegiatan positif.

“Koperasi ini adalah wadah untuk adanya kegiatan yang dapat menampung kreatifitas kader-kader sehingga bakat kemampuan kader-kader BMI itu bisa tersalurkan dan tentu saja hal itu bisa meningkatkan produktivitas para pemuda khususnya yang tergabung dalam BMI, mudah-mudahan BMI lebih banyak anggotanya dan lebih banyak peminatnya dari pemuda-pemuda khususnya di kabupaten Cirebon karena kegiatan yang dilakukan oleh BMI itu sangat positif,” tukasnya. (Ghofar)