Jalan akses ke Talun harus ditingkatkan, karena sebagai akses masuk utama masyarakat dan wisatawan masuk ke Talun

KAB. CIREBON, (FC).- Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Mohamad Luthfi mendukung Kecamatan Talun menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata di Kabupaten Cirebon. “Kecamatan Talun ini harus didorong oleh Pemkab Cirebon menjadi kawasan ekonomi khusus pariwasata di Kabupaten Cirebon,” kata Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, H Mohamad Luthfi, belum lama ini.

Karena, kata dia, wilayah Kecamatan Talun dengan semua potensi dan rencana besar yang sudah disusun, sangat menjual serta layak untuk diberdayakan oleh Pemkab Cirebon. Adapun bentuk penguatannya, pertama dari sisi regulasi harus berpihak pada pengembangan pariwisata di Kecamatan Talun.  “Jalan Kedawung-Warung Asem, Soekarno-Hatta dan Cakrabuana harus ditingkatkan, karena sebagai akses masuk utama masyarakat dan wisatawan masuk ke Talun,” katanya.

Kedua, lanjut dia, revitalisasi destinasi yang pertama menyiapkan jalan Soekarno-Hatta sebagai poros atau jalan utama wisata di Talun. Tetapi harus memastikan dari pihak Kecamatan Talun konsepnya matang dulu dan Pemkab harus menyinkronkannya. “Kemudian, terkait dengan wisata religi Makam Mbah Kuwu Sangkan juga sangat menjual. Tetapi kalau aksesibilitasnya tidak baik, tentu tidak akan mendukung untuk berkembang,” katanya.

Selanjutnya, soal Rencana Induk Pariwisata Daerah (Ripda) Kabupaten Cirebon menurut Luthfi, dari semua kawasan yang layak untuk didorong baik di kelas Jabar maupun nasional hanya beberapa saja. Tetapi yang beberapa itu harus dikelola dengan baik. Seperti Trusmi dan Makam Gunungjati. Harus ada akses jalan yang tembus untuk kedua wisata ini.

Kemudian yang penting juga merevitalisasi Setu Patok. Kawasan Setu Patok ini bisa menjadi destinasi unggul yang punya magnetis yang kuat. Hanya akses jalannya tidak memadahi. “Kami mendorong agar ke depan harus ada jalan poros dan jalan lingkar di sekitar wisata tersebut. Kalau kita serius itu bisa menjadi destinasi unggulan di Jabar,” katanya. Kemudian destinasi pegunungan juga dimiliki oleh Kabupaten Cirebon. Seperti di wilayah Kecamatan Pasaleman dan Greged. “Semua ini perlu desain yang komprehensif dan paripurna sehingga Pemkab bisa menyusun tahapan yang konkrit. Dan harapan kami pariwisata bisa mengatasi pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Cirebon,” kata Luthfi. (Ghofar)