Masuki Musim Penghujan, Kuningan Siaga Bencana Hidrometerologi
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KUNINGAN, (FC).– Memasuki musim penghujan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan menggelar apel kesiapsiagaan Bencana Hidrometerologi di Lapang Bola Ciporang, Senin (15/11).
Bupati Kuningan, Acep Purnama yang memimpin jalannya apel menyampaikan, agenda ini sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menanggulangi risiko bencana, karena penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, akademisi dan media yang digambarkan peran dan tanggung jawab sektor tersebut harus bersama-sama proaktif dari penanganan darurat menjadi pengurangan risiko bencana.
“Semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan peran dan fungsi masing-masing stakeholder dan pentahelix untuk bersama-sama melakukan rencana aksi kegiatan, sesuai Instruksi Presiden Republik Indonesia Bapak Ir. Joko Widodo, kita harus meningkatkan pelayanan publik yang langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan siap hadir di tengah masyarakat yang memerlukan bantuan pada saat penangganan bencana,” ungkap Acep.
Bencana hidrometeorologi, lanjut Acep, merupakan bencana yang diakibatkan parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin.
Mulai dari banjir, angin puting beliung, longsor, abrasi, hingga gelombang pasang. Kerawanan tersebut bertambah seiring dengan masuknya musim penghujan.
Kerawanan dimaksud, masih kata Acep, semakin meningkat seiring dengan masuknya musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor dan banjir di sejumlah titik.
“Maka kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya bencana harus kita tingkatkan. Apel ini sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh elemen di Kabupaten Kuningan,” ujar Acep.
Acep berpesan, kepada semua peserta apel kesiapsiagaan agar memantapkan dan mensiagakan personil serta sarana dan prasarana pada tiap-tiap posko yang telah dibentuk dalam membantu kemungkinan terjadi bencana, sekaligus menggugah kesadaran masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
“Kita harus mempunyai dan memiliki komitmen bersama untuk pengurangan risiko bencana yang terencana dalam program pembangunan daerah berwawasan mitigasi bencana yang dilandasi pada hasil kajian bencana serta meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antar SKPD untuk saling kerjsama dalam mengantisipasi dan mensinergikan penanganan kejadian bencana secara tepat dan cepat,” jelas Acep. (Ali)








Tinggalkan Balasan