INDRAMAYU, (FC).- Seorang kakek tua renta berusia 70 tahun asal Indramayu, tega mencabuli Anak Baru Gede (ABG) 14 tahun.

Korban merupakan tetangga korban cucu dari sahabat pelaku dan diketahui masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

Orangtua korban yang tidak terima perbuatan pelaku kemudian membuat pengaduan ke Lembaga Perlindungan Anak Indramayu (LPAI) untuk kemudian dilaporkan ke polisi.

Koordinator LPAI, Adi Wijaya mengatakan, kakek yang diduga melakukan pencabulan tersebut masih merupakan tetangga korban,Pelaku bahkan merupakan sahabat dekat dari kakek korban.

“Kakek korban dan pelaku ini merupakan sahabat dekat, bahkan pelaku sudah dianggap seperti keluarga,” ujarnya di Sekretariat LPAI, Senin (13/9).

Adi menceritakan, korban itu sehari-hari hanya tinggal bersama kakek dan adiknya. Sedangkan Ibu korban bekerja di luar negeri. Ayahnya jarang di rumah karena bekerja sebagai security.

“Kondisi ini dimanfaatkan pelaku melakukan aksi bejatnya kepada korban ” ujarnya.

Dikatakan Adi, kasus tersebut terungkap saat korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada teman sebayanya pada September 2021 ini.

“Teman sebaya korban ini diketahui masih merupakan cucu dari kakek terduga pelaku,” ujarnya.

Lanjut Adi Wijaya, teman korban kemudian melaporkan kejadian itu ke neneknya hingga sampai ke orang tua korban yang masih tetangga pelaku.

“Aksi bejat pelaku ini diduga dilakukan  sejak Maret 2021 lalu , pelaku kemungkinan sudah berulang kali pelaku melakukan perbuatannya. Kondisi korban saat ini mengalami trauma berat, akibat ulah pelaku. ” Korban ini ketakutan setiap bertemu dengan orang lain,” ujarnya.

Adi menambahkan, dalam waktu dekat LPAI pun akan membawa korban ke sebuah yayasan untuk memulihkan kondisi mentalnya.

Pihaknya akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas dengan tujuan, agar kejadian serupa tidak lagi menimpa anak-anak di Kabupaten Indramayu.

“Tindakan dari LPAI, akan mengawal kasus ini sampai tuntas agar tidak terjadi lagi kasus serupa kedepannya karena kasus seperti ini banyak di lingkungan kita,” pungkasnya. (Agus)