Dunia Entertainment Alami Mati Suri Selama Pandemi
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KUNINGAN, (FC).- Sudah berbulan-bulan lamanya senjak pandemi Covid-19 melanda, dunia entertainment mengalami mati suri.
Para seniman yang selama ini mengandalkan nafkah dari panggung ke panggung ini terpaksa tidak bisa mencari nafkah seperti biasanya.
Saalah satunya Lela Nurlaela, pimpinan grup Shella Nada Entertainment. Ia menyampaikan, sejak adanya PSBB sampai PPKM dunia panggung menangis.
Bahkan ada yang sampai berpengaruh terhadap keberlangsungan rumah tangga para seniman.
Menurut Lela, turunnya Level PPKM di Kabupaten Kuningan pun yang tadinya berada di Level 4 dan turun mejadi Level 3 pun belum berimbas baik bagi dunia entertainment.
Dunia entertainment sesuai dengan SE Bupati tentang PPKM Level 3 termasuk Kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan) masih ditutup sementara.
“Obyek wisata sudah mulai di buka, saya ikut bersyukur, tapi entertainment masih tetap harus puasa, padahal entertainment cuma mencari recehan, beda dengan pengusaha yang omsetnya puluhan juta,” lirihnya, kemarin.
Lela mengetuk hati nurani para pemimpin agar melihat nasib para seniman yang selama ini menggantungkan hidup dari dunia panggung.
“Memperjuangkan recehan panggungan selalu dijegal dengan berbagai macam aturan, intinya tidak diizinkan, saya sebagai entertainment merasa jadi anak kurcaci yang selalu tertindas di saat mencari recehan untuk makan sehari-hari, Saya mah memperjuangkan semata-mata untuk crew dan temen-temen entertainment lain, bukan untuk pribadi, karena alhamdulillah saya mah masih ada pemasukan recehan dari bisnis lainnya,” lanjut Lela.
Lela berharap larangan pertunjukan pentas seni dan kegiatan hajatan lainnya segera dibolehkan kembali, izin manggung supaya dibuka kembali dan hajatan kembali dibolehkan, dan teman-teannya bisa kembali mengais rejeki untuk menghidupi keluarganya masing-masing.
“Kami ingin bisa manggung lagi untuk menghibur masyarakat, kami siap patuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, semoga para pemimpin terketuk hati nuraninya,” harapnya. (Bambang)








Tinggalkan Balasan