Komisi IV Dorong KBM Tatap Muka di Majalengka Segera Dibuka
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
MAJALENGKA, (FC). – Anggota DPRD dari Komisi IV Kabupaten Majalengka mendorong proses kegiatan belajar mengajar (KBM) baik di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Majalengka bisa segera dilaksanakan secara tatap muka.
Bahkan menurut Ketua Komisi IV DPRD Majalengka, Hanurajasa Tatang Riana kepada wartawan mengatakan, alasan dorongan ini disampaikan karena data yang meninggal akibat Covid-19 di usia pelajar di Kabupaten Majalengka sampai saat ini nol.
Ditambah lagi usia pelajar yang terkonfirmasi positif 10% dan suspect 17%, data ini diperoleh dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Gabsi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Majalengka, pada Kamis kemarin.
“Oleh sebab itu komisi IV mendorong proses pembelajaran para siswa siswi di tingkat SD dan SMP di Kabupaten Majalengka bisa dilaksanakan secara tatap muka,” ungkap Hanurajasa, Senin (8/3).
Selain itu, menurut Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), untuk proses pembelajaran tatap muka, yang wilayah termasuk dalam zona hijau dilaksanakan secara terbatas dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan, pengurangan jam pembelajaran tanpa istirahat untuk menghindari kerumunan.
Sedangkan bagi wilayahnya yang saat ini masuk dalam zona kuning dan orange, selain terbatas dan menerapkan protokol kesehatan, proses tatap muka diperuntukkan dulu bagi para siswa-sisiwi yang akan melaksanakan ujian sekolah seperti kelas 6 SD dan Kelas 9 SMP, dengan batas waktu yang disesuaikan.
“Tujuannya adalah untuk menimbulkan lagi ikatan emosional antara pelajar dengan sekolahnya, secara fsykis dan hal hal lainnya,”jelasnya.
Sejumlah orang tua juga sangat mendukung kebijakan pembelajaran tatap muka, karena pada dasarnya saat ini banyak para siswa yang sudah bosan belajar di rumah saja.
Bahkan salah satu orang tua siswa di wilayah Kelurahan Majalengka, Wawan Rukmana mengaku bahwa anaknya saat ini sudah jenuh belajar di rumah. Akibatnya, mereka enggan mengerjakan tugas yang diberikan gurunya.
Selain itu dirinya juga mengaku kesulitan mendampingi anaknya dalam belajar karena banyak pelajaran yang tidak ia mengerti.
“Pelajaran anak-anak sekarang lebih sulit dibanding saya dulu. Banyak pelajaran yang saya tidak mengerti dan saya sebagai orang tua mendukung sekolah dibuka kembali untuk kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, asalkan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19,” ungkapnya. (Munadi)








Tinggalkan Balasan