Sekda Jabar Ingatkan Warga Waspada Kebakaran di Masa Transisi Musim
KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran selama masa transisi menuju musim hujan.
Pasalnya, kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari kawasan hutan hingga tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci mencegah kebakaran meluas.
Terlebih, kondisi cuaca saat ini belum sepenuhnya menunjukkan intensitas hujan yang efektif untuk menekan risiko kebakaran.
Hal tersebut disampaikan Herman saat ditemui di objek daya tarik wisata (ODTW) Sumur Tujuh, Desa Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Kamis (22/10).
Menurut Herman, Pemprov Jabar terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam menangani berbagai kejadian kebakaran. Dukungan yang diberikan mencakup pengerahan tenaga hingga bantuan logistik sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia mencontohkan penanganan kebakaran di tempat pembuangan akhir sampah yang mendapat dukungan dari Pemprov Jabar, termasuk bantuan empat unit tangki air.
“Kang Gubernur sangat responsif apabila ada kejadian bencana. Kami diminta secepatnya turun, bahu-membahu bersama pemerintah kabupaten dan kota,” ujar Herman.
Ia juga menyoroti keterlibatan langsung Gubernur Jawa Barat dalam penanganan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Kehadiran pimpinan daerah di lokasi dinilai dapat memberikan dorongan semangat bagi petugas yang bekerja melakukan pemadaman.
Herman menyebutkan, kebakaran juga terjadi di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, serta beberapa titik di Kabupaten Sumedang. Sejumlah kejadian tersebut dilaporkan berhasil ditangani melalui kerja sama berbagai unsur terkait.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak boleh diabaikan. Menurutnya, masyarakat masih perlu meningkatkan kewaspadaan setidaknya selama satu bulan ke depan, sembari menunggu curah hujan mulai meningkat secara efektif.
“Ini masih masa transisi. Kemungkinan November curah hujan mulai efektif. Jadi, satu bulan ke depan kita harus tetap waspada, jangan sampai lalai,” katanya.
Herman turut mengingatkan masyarakat agar mematuhi surat edaran terkait larangan pendakian selama kondisi rawan kebakaran. Imbauan tersebut penting untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus menjaga keselamatan masyarakat di kawasan pegunungan.
Terkait penyebab kebakaran di Gunung Ciremai, Herman mengatakan belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut dipicu faktor manusia atau faktor alam. Penyebabnya masih perlu didalami lebih lanjut.
Namun, ia menilai kesadaran masyarakat memegang peranan penting dalam mencegah kebakaran, baik di kawasan hutan maupun TPA sampah.
Karena itu, warga diminta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Yang paling baik adalah mencegah agar kebakaran tidak terjadi, termasuk di kawasan hutan dan tempat pembuangan akhir,” tegasnya.
Herman berharap kolaborasi pemerintah daerah, petugas, relawan, dan masyarakat terus diperkuat agar potensi kebakaran di Jawa Barat dapat diantisipasi sejak dini. (Angga)








Tinggalkan Balasan