DKPPP Monitoring Progres KNMP di Kota Cirebon
KOTA CIREBON, (FC).- Pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Cirebon terus dikebut untuk menghadirkan fasilitas pendukung yang dapat menunjang aktivitas masyarakat pesisir. Dari tiga lokasi yang telah ditetapkan, kawasan Cangkol mencatat progres pembangunan tertinggi, yakni sekitar 70 persen.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon mencatat, progres pembangunan di kawasan Panjunan telah mencapai sekitar 60 persen. Sementara itu, pembangunan di Kesenden masih berada di angka 40 persen.
Kepala DKPPP Kota Cirebon, Elmi Masruroh mengatakan perkembangan pembangunan di setiap lokasi berbeda karena menyesuaikan tahapan pengerjaan serta jenis fasilitas yang dibangun.
Menurutnya, masing-masing KNMP dirancang untuk mendukung kebutuhan masyarakat nelayan melalui penyediaan sarana yang berkaitan langsung dengan aktivitas perikanan dan operasional di kawasan pesisir.
Di Cangkol, pembangunan difokuskan pada sejumlah fasilitas, di antaranya sarana tambat labuh, warung perbengkelan, serta tempat produksi es portabel. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nelayan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sementara di Panjunan, pembangunan mencakup sarana tambat labuh, kantor, warung perbengkelan, hingga dok kapal. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan operasional sekaligus menunjang kebutuhan perawatan kapal nelayan.
Adapun di Kesenden, pekerjaan jalan beton telah rampung. Sejumlah bangunan pendukung, termasuk warung perbengkelan, kini mulai memasuki tahap pemasangan atap.
Elmi menjelaskan, DKPPP Kota Cirebon terus mengikuti perkembangan pekerjaan di ketiga kawasan tersebut. Pemantauan dilakukan untuk memastikan capaian fisik setiap fasilitas dapat diketahui dan tahapan pembangunan berjalan sesuai perkembangan di lapangan.
“Setiap lokasi memiliki tahapan pengerjaan yang berbeda. Karena itu, kami terus mengevaluasi perkembangan fisiknya agar dapat mengetahui sejauh mana fasilitas yang direncanakan sudah terealisasi,” ujar Elmi, Kamis (14/10).
Di sisi lain, Pemerintah Kota Cirebon sebelumnya juga menerima usulan penambahan lokasi KNMP sebagai upaya memperluas jangkauan program bagi masyarakat nelayan.
Namun, usulan tersebut belum dapat direalisasikan lantaran lokasi yang diajukan masih berada di kelurahan yang sama dengan kawasan KNMP yang sudah ditetapkan. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pembangunan dua KNMP dalam satu kelurahan tidak diperbolehkan.
“Sehingga, jumlah lokasi KNMP di Kota Cirebon saat ini tetap tiga, yakni Cangkol, Panjunan, dan Kesenden,” kata Elmi.
DKPPP Kota Cirebon, tambah Elmi, akan terus memantau proses pembangunan untuk mengidentifikasi perkembangan pekerjaan maupun kendala yang berpotensi memengaruhi pelaksanaannya.
Penyelesaian pembangunan ketiga kawasan tersebut diharapkan dapat menghadirkan fasilitas yang lebih memadai bagi masyarakat nelayan.
“Dengan dukungan sarana tambat labuh, dok kapal, tempat perbengkelan, dan fasilitas penunjang lainnya, KNMP diharapkan mampu memperkuat dukungan terhadap aktivitas perikanan di Kota Cirebon,” pungkasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan