KOTA CIREBON, (FC).- Ancaman keamanan siber yang terus meningkat serta kebutuhan konektivitas yang andal mendorong pelaku usaha di berbagai sektor untuk mulai memikirkan ulang cara mereka mengelola infrastruktur digital.

Tidak sedikit perusahaan dan institusi yang belum memiliki tim IT khusus untuk memantau keamanan sistem secara berkelanjutan, sementara risiko serangan siber terus mengintai operasional bisnis sehari-hari.

Menjawab kebutuhan tersebut, FiberStar menggelar GO! NEXT 2026 di Cirebon dengan tema besar “Go Digital Go Further” yang mengangkat dua topik utama, yaitu “Building Secure Digital Operations” dan “The Future of Business Technology”.

Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai sektor usaha di kawasan Cirebon dan sekitarnya, mulai dari hospitality, kesehatan, pendidikan, hingga manufaktur, baik dari kalangan institusi swasta maupun instansi milik pemerintah, yang tengah mengembangkan atau mengevaluasi kembali infrastruktur digital mereka.

“Banyak pelaku usaha di Cirebon dan sekitarnya yang sudah menyadari pentingnya keamanan jaringan, tetapi masih terkendala keterbatasan tim IT dan besarnya investasi awal untuk perangkat keamanan. Melalui GO! NEXT 2026, kami ingin menunjukkan bahwa keamanan siber dan konektivitas yang andal kini bisa diakses tanpa harus membebani anggaran modal perusahaan,” ujar Slamet Hidayat, selaku Branch Manager FiberStar Jawa Barat, Selasa (8/9).

Managed Service Firewall, Jawab Kekhawatiran Ancaman Siber Tanpa Tim IT Khusus Ketiadaan tim IT bersertifikat untuk mendesain, mengonfigurasi, dan memantau keamanan sistem selama 24 jam masih menjadi tantangan umum, terutama bagi perusahaan skala menengah.

Di sisi lain, investasi perangkat firewall secara mandiri kerap terkendala biaya modal yang besar, sementara banyak  jaringan bisnis masih mengandalkan modem router bawaan penyedia internet yang tidak dilengkapi fitur penyaring ancaman.

Untuk menjawab tantangan tersebut, FiberStar menghadirkan Managed Service Firewall, layanan keamanan jaringan yang dikelola penuh oleh tim ahli FiberStar bekerja sama dengan mitra teknologi global seperti Fortinet dan Sangfor.

Layanan ini mencakup pemantauan jaringan 24/7, penanganan insiden, pengelolaan konfigurasi, hingga pembaruan system. Perlindungan jaringan juga dilengkapi dengan firewall, pencegahan ancaman, pengaturan aplikasi, VPN, dan analisis lalu lintas jaringan.

“Keamanan jaringan hari ini bukan lagi kebutuhan pelengkap, melainkan fondasi utama operasional digital. Melalui Managed Service Firewall, pelanggan tidak perlu membeli perangkat mahal maupun merekrut tim IT khusus. Cukup dengan biaya berlangganan bulanan, mereka sudah mendapatkan perlindungan menyeluruh yang dikelola langsung oleh tim ahli kami,” jelas Slamet.

Selain keamanan, kualitas dan pengelolaan jaringan internal juga menjadi tantangan tersendiri bagi banyak perusahaan.

Investasi awal perangkat jaringan yang besar, siklus teknologi yang cepat usang, penggunaan banyak vendor yang kerap saling lempar tanggung jawab saat terjadi gangguan, hingga kerumitan konfigurasi menjadi kendala yang menyita fokus dari kegiatan bisnis utama.

Menjawab kebutuhan tersebut, FiberStar menghadirkan FiberStar WaaS (WiFi as a Service), layanan yang menggabungkan end-to-end connectivity berupa akses internet dedicated berkinerja tinggi dengan pengelolaan perangkat jaringan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan topologi dan WiFi  heatmapping, instalasi perangkat, hingga pengawasan proaktif 24/7 berikut jaminan penggantian unit. Layanan ini dikembangkan bersama mitra teknologi seperti Huawei, Cisco, dan HPE Aruba.

Melalui pendekatan satu pintu layanan (single point of contact), FiberStar WaaS mengubah model investasi jaringan dari belanja modal (CapEx) yang besar menjadi biaya operasional bulanan (OpEx) yang lebih ringan dan terprediksi, didukung Service Level Agreement untuk menjamin tingkat uptime bisnis pelanggan.

“Kami ingin pelanggan berhenti memikirkan jaringan sebagai beban investasi dan mulai melihatnya sebagai layanan yang bisa diandalkan setiap saat. Dengan FiberStar WaaS, satu tim yang bertanggung jawab penuh, baik untuk sisi konektivitas maupun perangkat kerasnya, sehingga pelanggan tidak lagi direpotkan urusan teknis di lapangan,” kata Slamet.

Transformasi digital juga menyentuh sektor yang berhubungan langsung dengan pengalaman pelanggan, seperti hospitality dan kesehatan. Tamu hotel maupun pasien rumah sakit kini menuntut layanan yang lebih interaktif dan informatif, tidak lagi sekadar hiburan di kamar.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, FiberStar memperluas portofolionya melalui Managed IPTV yang  dikembangkan bersama Dens.TV, didukung infrastruktur jaringan fiber optik FiberStar. Bagi sektor hospitality, layanan ini menghadirkan live TV, video on demand, hingga integrasi aplikasi hiburan populer, sekaligus fitur pendukung layanan hotel seperti informasi fasilitas, pemesanan layanan F&B, dan umpan balik tamu secara digital.

Bagi sektor kesehatan, solusi serupa dikembangkan menjadi dashboard informasi rumah sakit yang menampilkan jadwal dokter, jadwal minum obat, hingga rincian tagihan pasien secara transparan.

“Televisi di kamar hotel maupun ruang rawat pasien kini bisa menjadi kanal layanan, bukan sekadar hiburan. Melalui Managed IPTV, kami membantu pelaku usaha di sektor hospitality dan kesehatan menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi tamu maupun pasien mereka, tanpa harus mengurus sendiri kerumitan instalasi dan pemeliharaannya,” jelas Slamet.

Melalui rangkaian solusi yang dihadirkan pada GO! NEXT 2026 di Cirebon, mulai dari keamanan jaringan, konektivitas terkelola, hingga layanan digital untuk sektor hospitality dan kesehatan, FiberStar ingin menegaskan komitmennya sebagai mitra transformasi digital yang menyeluruh bagi pelaku usaha di Jawa Barat.

“GO! NEXT 2026 bukan hanya ajang memperkenalkan produk, tetapi juga ruang bagi kami untuk mendengar langsung tantangan yang dihadapi pelaku usaha di daerah. Dari situ, FiberStar terus menyesuaikan layanan agar benar-benar relevan dengan kebutuhan bisnis di wilayah Cirebon dan sekitarnya,” tutup Slamet.

Dengan kehadiran solusi-solusi tersebut, FiberStar berupaya membantu pelanggan di berbagai sektor meningkatkan keamanan jaringan, efisiensi operasional, serta kualitas layanan digital yang mereka berikan kepada masyarakat maupun pelanggan mereka sendiri.

Tentang FiberStar PT Mega Akses Persada (FiberStar) berdiri sejak tahun 2014 dan telah berkembang menjadi salah satu penyedia infrastruktur telekomunikasi berbasis fiber optik dengan skala nasional.

FiberStar berkomitmen untuk mendukung perkembangan ekosistem digital di Indonesia melalui konektivitas  yang andal serta layanan yang terus disesuaikan dengan kebutuhan berbagai sektor.

Mengusung konsep netralitas, FiberStar memfasilitasi kebutuhan konektivitas lintas industri, mulai dari pelanggan NAP/ISP, perusahaan perbankan dan lembaga keuangan, kantor pemerintahan, universitas dan sekolah, hingga kawasan bisnis, kawasan industri, kawasan pemukiman, serta pelaku ritel maupun toko konvensional.

Pendekatan ini memungkinkan FiberStar untuk hadir sebagai mitra infrastruktur  yang inklusif, tanpa terikat pada satu segmen atau jenis pelanggan tertentu.

Melalui berbagai solusi dan kolaborasi, FiberStar terus berupaya menghadirkan konektivitas serta layanan yang menjawab kebutuhan spesifik masing-masing sektor, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di Indonesia secara menyeluruh. (Agus)