Pompanisasi Selamatkan Sawah di Dua Wilayah Cirebon dari Ancaman Kekeringan
KAB.CIREBON, (FC).- Ancaman kekeringan yang mengintai lahan pertanian di Kabupaten Cirebon mulai teratasi. Bantuan irigasi perpompaan berhasil menyelamatkan areal persawahan di dua wilayah, yakni Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, dan Blok Kayen, Desa Susukan, Kecamatan Susukan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, mengatakan bantuan tersebut diberikan sebagai langkah cepat pemerintah dalam mengatasi keterbatasan pasokan air yang mengancam tanaman padi.
“Berkaitan dengan kondisi kekeringan di Kabupaten Cirebon, kami mendapatkan bantuan irigasi bertekanan di dua titik,” ujar Deni, Kamis (10/9).
Di Desa Geyongan, pemerintah menyalurkan satu unit pompa beserta jaringan pipa sepanjang 1,5 kilometer. Bantuan tersebut diberikan setelah petani bersama kelompok tani menyampaikan kondisi lahan yang mulai mengalami kekurangan air.
Pompa kemudian dimanfaatkan untuk mengalirkan air dari sumber terdekat menuju areal persawahan. Hasilnya, lahan yang sebelumnya terancam gagal panen kini kembali mendapatkan pasokan air.
Saat dilakukan peninjauan, sejumlah petak sawah di Geyongan bahkan sudah memasuki masa panen.
“Untuk Desa Geyongan, alhamdulillah semua sudah teratasi. Tadi juga sudah kita lihat ada combine harvester yang sedang melakukan panen,” katanya.
Selain Geyongan, persoalan kekeringan juga terjadi di Blok Kayen, Desa Susukan. Ratusan hektare sawah di wilayah tersebut sempat mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat kondisi musim kemarau.
Pemerintah kemudian mencari sumber air yang masih memungkinkan dimanfaatkan. Dari hasil kajian, sumber air berasal dari Saluran Rentang Kanan di Blok Bunder Mire dengan jarak sekitar 2,4 kilometer dari lokasi persawahan.
Menurut Deni, bantuan pompa dan jaringan pipa tersebut dapat direalisasikan setelah dilakukan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
“Setelah Pak Sesditjen berkoordinasi dengan Pak Dirjen dan Pak Menteri, akhirnya kita mendapatkan bantuan pompa irigasi bertekanan dan pipa sepanjang 2,4 kilometer,” jelasnya.
Deni menilai program pompanisasi menjadi solusi penting dalam menjaga keberlangsungan produksi pertanian, terutama saat ancaman kekeringan berpotensi menyebabkan gagal panen.
Salah seorang petani, Mashudi, menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap persoalan air sangat membantu petani mempertahankan tanaman yang sudah ditanam.
“Petani ini sudah sangat bersyukur ketika diperhatikan. Tertolong, terselamatkan sawahnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Mashudi berharap pemerintah tidak berhenti pada pemasangan pompa dan jaringan pipa. Ia meminta adanya pemeliharaan serta pendampingan agar sarana tersebut dapat terus dimanfaatkan secara optimal.
Ia juga berharap pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi pertanian di wilayah Geyongan dan daerah lainnya, sehingga persoalan kekurangan air dapat diantisipasi sejak dini.
Dengan adanya dukungan irigasi perpompaan, petani berharap produktivitas pertanian tetap terjaga dan ancaman gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalisasi. (Johan)








Tinggalkan Balasan