Mitigasi Dampak Abu Vulkanik, Polres Indramayu Kerahkan Water Cannon Semprot Jalan Protokol
INDRAMAYU, (FC).- Kepolisian Resort (Polres) Indramayu mengerahkan kendaraan Armored Water Cannon (AWC) menyemprot jalan protokol di Kabupaten Indramayu, kegiatan tersebut dilakukan upaya memitigasi dampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kendaraan taktis pengendali massa tersebut terlihat diterjunkan untuk menyemprot air di sejumlah ruas jalan protokol Kabupaten Indramayu demi membersihkan endapan abu vulkanik yang dikabarkan telah menyebar ke sejumlah wilayah di Jawa Barat.
Dalam aksi tersebut, petugas tampak memulai penyemprotan air di sepanjang Jalan Gatot Subroto, kemudian belok kanan ke arah Jalan Kembar dan lurus memasuki ruas Jalan Letjend Suprapto, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
Penyemprotan air menggunakan kendaraan AWC itu terlihat dikawal mobil Satsamapta Polres Indramayu di depannya, dan melaju secara perlahan untuk menyemprotkan air bertekanan tinggi ke permukaan aspal hingga pembatas jalan.
Kasat Samapta Polres Indramayu, AKP Wawan, mengatakan, penyemprotan air menggunakan water cannon tersebut untuk mengurangi potensi abu yang beterbangan saat kendaraan melintas.
Selain itu, menurut dia, penyemprotan tersebut merupakan langkah awal mitigasi untuk membantu mengurangi dampak sebaran abu vulkanik terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan.
“Rencananya, menyemprotkan air menggunakan kendaraan AWC ini dilaksanakan secara berkala di jalan protokol Indramayu,” kata Wawan saat ditemui di Mapolres Indramayu, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Rabu (9/9)
Ia mengatakan, langkah itu pun bertujuan untuk membersihkan, dan mengurangi abu yang berpotensi terangkat kembali akibat terpaan angin maupun pergerakan kendaraan di jalan protokol Indramayu.
Karenanya, penanganan semacam itu tidak hanya menyasar endapan abu vulkanik di ruas jalan, tetapi membantu mengurangi paparannya terhadap pengguna jalan yang melintasinya.
“Abu vulkanik berpotensi mengganggu jarak pandang, sehingga pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor diimbau untuk menggunakan masker, kacamata pelindung, mengurangi kecepatan, dan menyalakan lampu kendaraannya,” ujarnya
Diketahui, Pemprov Jawa Barat menyebut sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah terdeteksi di sebagian Jawa Barat berdasarkan analisis citra RGB Himawari-9 pada Minggu (6/9) sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta berarti seluruh wilayah Jawa Barat mengalami hujan abu, karena abu yang terdeteksi dalam atmosfer berbeda dengan material vulkanik yang benar-benar jatuh ke permukaan. (F-08)








Tinggalkan Balasan