70 Tahun SMPN 1 Cilimus, Cetak Prestasi dan Karakter Unggul
KUNINGAN, (FC).- Tujuh dekade perjalanan SMP Negeri 1 Cilimus menjadi bukti konsistensi sekolah tersebut dalam mencetak generasi berprestasi dan berkarakter.
Memasuki usia ke-70 tahun atau usia platinum, sekolah yang berada di Kabupaten Kuningan itu terus menunjukkan kiprahnya melalui berbagai capaian di tingkat nasional hingga provinsi.
Momentum Dies Natalis ke-70 SMPN 1 Cilimus yang digelar Kamis (6/8), menjadi ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, jajaran guru, siswa, alumni, komite sekolah, serta para tamu undangan.
Kepala SMPN 1 Cilimus, Ida Nurhaeda, mengatakan usia 70 tahun menjadi tonggak penting bagi sekolah untuk terus berinovasi dan membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang unggul.
“Angka 70 ini sangat spesial. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk membuktikan bahwa SMPN 1 Cilimus tetap menjadi sekolah unggulan yang siap melesat,” ujarnya.
Berbagai prestasi berhasil ditorehkan siswa SMPN 1 Cilimus. Salah satunya melalui cabang olahraga atletik, di mana seorang siswa berhasil memecahkan rekor nasional lompat tinggi kelompok usia 16 tahun dalam kejuaraan yang digelar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).
Prestasi tersebut sekaligus mengukuhkan posisi SMPN 1 Cilimus sebagai salah satu sekolah yang mampu melahirkan atlet muda berbakat.
Sebelumnya, siswa sekolah tersebut juga berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) serta lolos mewakili daerah pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).
Tak berhenti di bidang olahraga, prestasi akademik dan seni juga terus berkembang. Pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Jawa Barat, SMPN 1 Cilimus berhasil meraih medali perunggu cabang trilomba atletik.
Sementara dalam lomba dongeng yang digelar Bank Indonesia tingkat Ciayumajakuning, siswa SMPN 1 Cilimus keluar sebagai juara pertama dan berhak melaju ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Menurut Ida, keberhasilan tersebut tidak lepas dari budaya kerja yang dibangun di lingkungan sekolah.
“Kuncinya adalah mencintai pekerjaan, menjaga komunikasi yang baik dengan seluruh warga sekolah, serta tidak mudah mengeluh,” katanya.
Selain mengejar prestasi, SMPN 1 Cilimus juga menempatkan pendidikan karakter sebagai pondasi utama.
Salah satu program yang diterapkan yakni Kontrak Perilaku Positif, sebuah sistem pembinaan bagi siswa agar mampu memperbaiki kesalahan melalui kegiatan positif hingga menjadi kebiasaan.
Budaya disiplin dan religius juga menjadi bagian dari keseharian siswa. Sekolah menerapkan aturan larangan membawa telepon genggam dan sepeda motor, kewajiban hadir sebelum pukul 06.15 WIB, kegiatan murajaah surat pendek setiap pergantian jam pelajaran, membaca Asmaul Husna sebelum pulang, hingga salat Dzuhur berjamaah.
Bahkan, hafalan Asmaul Husna menjadi salah satu syarat kelulusan bagi siswa kelas IX sebagai bentuk penguatan karakter religius.
Dalam rangkaian Dies Natalis ke-70, SMPN 1 Cilimus juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan santunan kepada 102 anak yatim. Dana sebesar Rp25,5 juta terkumpul dari partisipasi orang tua siswa, alumni, dan para guru.
Ida menegaskan, ke depan sekolah akan terus memperkuat prestasi akademik maupun nonakademik dengan tetap mengedepankan pembentukan karakter peserta didik.
“Target kami bukan hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak baik, religius, disiplin, dan siap menghadapi masa depan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi perjalanan panjang SMPN 1 Cilimus yang dinilainya telah memberikan kontribusi besar bagi dunia pendidikan.
“Ini sekolah dengan reputasi dan prestasi yang panjang. Usia 70 tahun merupakan usia platinum yang penuh sejarah, dedikasi, dan kontribusi luar biasa. Banyak alumninya yang kini berkarya, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri,” kata Dian.
Menurutnya, tradisi prestasi yang telah dibangun selama tujuh dekade harus terus dipertahankan dengan menjadikan pendidikan karakter sebagai fondasi utama.
Ia juga menilai konsep Sekolah Melesat yang dikembangkan SMPN 1 Cilimus dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kabupaten Kuningan. (Angga)








Tinggalkan Balasan