GEBANG, (FC).- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon resmi melantik Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon masa khidmat 2026–2031 beserta lima badan otonom (Banom) NU, yakni Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan JATMAN.

Acara pelantikan berlangsung di halaman Kantor Bersama Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Sabtu (11/7).

Ketua Panitia acara pelantikan pengurus, Mukhtar Ghoni menjelaskan, pada momentum yang sama, dilakukan peresmian fasilitas KBNU berupa tempat wudu, toilet, kamar mandi, dan dapur yang diharapkan menjadi sarana penunjang pelayanan bagi warga Nahdliyin maupun masyarakat umum.

“Pelantikan ini menjadi awal pengabdian kepengurusan baru untuk membangun organisasi dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” ujar Mukhtar Ghoni.

Peresmian fasilitas ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Rokhmin Dahuri selaku donatur, H. Tarmadi, SH sebagai wakif, serta Ketua Tangidz MWCNU Kecamatan Gebang, Dr. H. Saifudin, M.Ag.

Rangkaian acara turut dimeriahkan penampilan Hadrah Muslimat NU Kecamatan Gebang dan ditutup dengan mauidhah hasanah oleh KH. Ni’anillah dari Wakil Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon.

Seluruh kegiatan terselenggara secara swadaya melalui dukungan para donatur, pengurus, dan masyarakat Kecamatan Gebang. Acara berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga berakhir sekitar pukul 13.40 WIB.

“Kegiatan ini merupakan hasil gotong royong seluruh elemen NU dan masyarakat sehingga dapat terlaksana dengan baik,” kata panitia.

Rois Syuriah MWCNU Kecamatan Gebang, KH. Muchdi Miftah, menegaskan bahwa kepengurusan yang baru akan segera menyusun program kerja lima tahun ke depan dengan tiga fokus utama, yakni pembangunan, pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi umat.

Menurutnya, salah satu pekerjaan besar yang masih menjadi prioritas adalah penyelesaian pembangunan masjid di kompleks KBNU. Keberadaan masjid beserta fasilitas pendukungnya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh warga Nahdliyin, masyarakat umum, hingga para musafir yang melintas.

“Kami ingin KBNU menjadi pusat ibadah sekaligus pusat pelayanan dan kemaslahatan umat,” ungkap KH. Muchdi Miftah.

Ia memperkirakan pembangunan masjid dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari dua tahun. Dalam jangka pendek, pengurus akan memprioritaskan pembangunan pagar depan kawasan KBNU agar lingkungan menjadi lebih representatif, aman, dan nyaman.

“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar pembangunan dapat berjalan sesuai harapan,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Rokhmin Dahuri menjelaskan bahwa pembangunan Kantor Bersama NU beserta musala dilakukan secara gotong royong bersama keluarga sebagai bentuk sedekah, infak, dan pengabdian kepada umat, bukan menggunakan kapasitasnya sebagai anggota DPR RI.

Ia berharap keberadaan KBNU tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, kegiatan sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana fungsi masjid pada masa Rasulullah SAW.

“Ini adalah bentuk ibadah dan pengabdian kepada umat. Masjid harus menjadi pusat peradaban, bukan hanya tempat salat,” tutur Rokhmin.

Rokhmin juga mengapresiasi kualitas sumber air di kawasan KBNU yang dinilainya jernih, tidak berbau belerang maupun besi, sehingga sangat layak digunakan untuk keperluan wudu.

Menurutnya, fasilitas masjid dan kantor NU harus dibuka bagi masyarakat luas, termasuk para musafir, agar keberadaannya semakin hidup melalui berbagai aktivitas keagamaan, pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.

“Silakan dimanfaatkan masyarakat. Semoga tempat ini menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan pelayanan sosial bagi umat,” pungkasnya. (Nawawi)