KOSPI Diluncurkan, Harga Bahan Pokok Dikendalikan
KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah melalui stabilisasi harga dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas).
Salah satu upaya terbaru dilakukan dengan meluncurkan KOSPI (Kios Pengendali Inflasi) di Pasar Pasalaran, Kecamatan Weru, Selasa (26/5).
Program tersebut merupakan kolaborasi antara Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon bersama Bulog Cabang Cirebon dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), dengan dukungan Bank Indonesia Cirebon.
Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah menggelar Operasi Pasar Pengendalian Inflasi (OPPSI) melalui penjualan beras SPHP di tujuh pasar milik pemerintah daerah sejak 4 Mei 2026.
Program itu mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu membantu menjaga keterjangkauan harga pangan.
Kepala Bulog Cirebon, Imam Mahdi, mengatakan kehadiran KOSPI menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha.
“KOSPI ini sangat tepat dan strategis karena diluncurkan menjelang Idul Adha. Bulog bersama pemerintah daerah terus bersinergi untuk mengendalikan inflasi melalui stabilisasi harga dan pasokan,” ujarnya.
Pada tahap awal, KOSPI menyediakan sejumlah kebutuhan pokok seperti minyak goreng Minyakita, beras medium SPHP, beras premium Befood, dan gula pasir dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Plh Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon, Rodiya, menjelaskan KOSPI dihadirkan sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap kenaikan harga dan kelangkaan pasokan sejumlah komoditas pangan di pasaran.
Menurutnya, ke depan KOSPI akan menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok yang tercantum dalam SK Bupati Nomor 637 Tahun 2024, di antaranya cabai, beras, kedelai, bawang merah, minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, daging ayam, daging sapi, telur ayam, hingga ikan.
“KOSPI menjadi etalase pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat agar kebutuhan pokok bisa diperoleh dengan harga di bawah HET. Secara bertahap, KOSPI akan hadir di tujuh pasar pemda,” kata Rodiya.
Peresmian KOSPI ditandai dengan pengguntingan pita oleh Plh Kepala Disperdagin, Rodiya, bersama Kepala Bulog Cirebon, Imam Mahdi.
Usai diluncurkan, masyarakat langsung memadati kios untuk membeli kebutuhan pokok. Bahkan, stok minyak goreng Minyakita dilaporkan habis terjual hanya dalam waktu tiga jam sehingga Bulog Cirebon berencana segera melakukan pengiriman ulang pasokan. (Ghofar)








Tinggalkan Balasan