5 hari ago
Oleh: Hasan Basri
BEKASI – Beredarnya undangan via WhatsApp dan sms dari salah satu kelompok masyarakat yang akan menggelar pertemuan untuk melakukan gerakan terkait keberadan Kota Baru Meikarta di Cikarang, membuat geram sejumlah tokoh agama setempat.
Salah satu pemuka agama kharismatik yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al-Washliyah di Cikarang, KH. Zaenudin Huzaemi, langsung menggelar pertemuan dengan para tokoh agama dan Habaib yang ada di Cikarang.

Pria berusia 95 tahun ini menyatakan, jika pertemuan yang akan digelar oleh salah satu kelompok mayarakat itu hanya untuk membuat masalah yang akan berdampak merugikan masyarakat, maka pihaknya akan menghajar kelompok tersebut.
“Ormas, wartawan atau kelompok masyarakat manapun, jika akan mengganggu pembangunan Meikarta, maka akan kami hajar, ”kata KH. Zaenudin Huzaemi, saat ditemui sejumlah wartawan pada Kamis (5/10/17).
Pria yang akrab disapa Kyai Zaed itu menambahkan bahwa, pihaknya dan segenap masyarakat Kabupaten Bekasi lainnya telah bertekad bulat untuk mengawal pembangunan Meikarta yang kini telah menjadi ikon baru Kabupaten Bekasi.
“Jadi, jangan macam macam dan jangan bikin masalah di Cikarang, ”jelasnya.
Di tempat terpisah, pengasuh Pondok Pesantren Al-Wathoniah, Ust. Sukartao Wijaya, membenarkan adanya pertemuan yang akan digelar di hotel Batiqa pada Jum’at (6/10/17) besok.
Dikatakan dia, rencananya pertemuan tersebut akan dihadiri sekitar 350 tokoh dan ulama dengan menghadirkan sekitar 15 awak media massa yang telah menyatakan akan hadir di acara tersebut.
“Kabar yang beredar, pertemuan tersebut akan digelar di hotel Batiqa pada Jumat (6/10/17) besok, ”terangnya.
Sementara, saat sejumlah wartawan menanyakan tentang pertemuan yang akan digelar tersebut, Ust. Sukartao enggan menerangkan lebih detail. Ia hanya menjelaskan mengenai beredarnya undangan yang dikirim via sms dan WhastApp tersebut.
“Saya tidak tahu persis mengenai maksud akan digelarnya pertemuan itu. Saya hanya mendapatkan undangan via sms dan WhatsApp saja, ”pungkasnya. (*)

