Kamis, Oktober 24th, 2019

Kompensasi Belum Jelas, Puluhan Masyarakat dan Nelayan Geruduk MB-2 Oil Wells Milik Pertamina

Oleh: Gugum Haerudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM Minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh Tim Kompensasi tumpahan minyak yang mencemari pesisir utara Karawang, mendorong puluhan masyarakat dan nelayan mendatangi MB-2 Oil Wells milik Pertamina Hulu Energi (PHE) yang berada di Desa Sedari Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang.

Init (34) pemilik warung di dalam wisata Pantai Sedari yang halamannya dijadikan areal pengangkutan limbah oil spill

Selain minimnya sosialisasi, kompensasi yang diberikan juga dianggap tidak tepat sasaran. Hal tersebut dibuktikan dari banyaknya nelayan tangkap dan masyarakat yang terdampak langsung oleh pencemaran limbah oil spill yang tidak mendapatkan kompensasi pada tahap awal.

Salah seorang nelayan setempat, Tapa (38), menuturkan dirinya beserta puluhan rekan nelayan lainnya tidak mendapatkan kompensasi di tahap awal.

Tapa (38) nelayan asal Desa Sedari

“Saat saya ke kantor Kepala Desa pada saat pembagian kompensasi tahap awal yang digelar pada 11 September 2019 lalu, data saya tidak ada di tiga bank, padahal saya ini asli nelayan asli. Yang mendapatkan kompensasi malah masyarakat yang terbilang jauh dari dampak yang telah ditimbulkan, “ujar Tapa (38), nelayan setempat.

Selain nelayan, pelaku usaha yang berada di dalam objek wisata Pantai Sedari juga tidak mendapatkan pencairan kompensasi tahap awal tersebut.

Salah seorang pemilik warung, Init (34), menuturkan jika dirinya telah didata oleh pihak Pertamina, namun hingga kini masih belum mendapatkan kompensasi seperak pun.

“Saya paling pertama di data waktu itu dan saya juga sudah diinterview mengenai bidang usaha saya. Tapi sampai saat ini belum menerima kompensasi tersebut. Yang dapat malah warung yang jauh dari bibir pantai yang tercemar, “kata Init.

Tak hanya kompensasi yang belum didapat, Init pun merasa resah dengan kesehatannya. Pasalnya, hampir setiap hari ia dan pelaku usaha lainnya harus menghirup bau menyengat dari aroma limbah oil spill.

“Warung saya letaknya berada di dalam wisata Pantai Sedari, dan halaman yang ada di depan warung saya ini dipakai untuk parkir mobil dump truck untuk pengumpulan oil spill yang dibawa oleh para tukang ojeg. Baunya terhirup setiap hari, saya khawatir dengan kesehatan saya dan anak-anak yang ada disini, “tambahnya.

Masyarakat dan nelayan  berharap, pihak Pertamina bisa terbuka perihal dana kompensasi dan masalah kesehatan yang dialami warga Desa Sedari.

“Mudah-mudahan dengan adanya aksi ini, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Pertamina dan pihak lainnya akan membuka mata mereka, “pungkasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Kepala Desa Sedari Desak PHE ONWJ Berikan Kompensasi Untuk Para Petani Tambak

Oleh: Darsen Tajudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Menyikapi masalah pencemaran limbah minyak di perairan Tambaksumur yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *