Kamis, Oktober 24th, 2019

Khawatir Boroknya Terbongkar, Pejabat Dinkes Karawang Larang Wartawan Liput Kegiatan Re-Akreditasi Puskesmas

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM Kepala Puskesmas Kutawaluya, dr. Hasan Hariri,  melarang  wartawan meliput kegiatan Re-Akreditasi Puskesmas Rengasdengklok yang digelar pada Kamis (3/10/2019) kemarin.

Pada Kamis (3/10/2019) kemarin, Puskesmas Rengasdengklok menggelar kegiatan Re-Akreditasi Puskesmas

Salah seorang wartawan yang berusaha akan meliput kegiatan Re-Akreditasi Puskemas Rengasdengklok langsung dihadang  oleh dr. Hasan Hariri .  Dengan arogansinya, Hasan Hariri melarang wartawan tersebut meliput kegiatan yang tengah digelarnya dengan dalih bertentantangan dengan peraturan dan karena khawatir akan dipublikasikan

“Pertanyaan besar bagi saya dengan kegiatan Re-Akreditasi Puskesmas Rengasdengklok yang bersifat rahasia.  Saya menduga ada yang tidak beres didalamnya, sehingga kegiatan Re-Akreditasi ulang ini tidak boleh diketahui pihak lain.  Ini menyangkut mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas tersebut apalagi fasilitas pelayanan kesehatan itu adalah milik pemerintah, “kata salah seorang wartawan bernama Iskandar yang ada di lokasi.

Oleh dr. Hasan Hariri, wartawan bernama Iskandar ini dilarang meliput kegiatan Re-Akreditasi Puskesmas Rengasdengklok

Selain melarang publikasi dengan alasan bertentangan dengan peraturan, Hasan Hariri juga dengan congkaknya mengaku kenal dekat dengan para Pimpinan dan Anggota salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada di Kabupaten Karawang, sehingga aroma dugaan ketidakberesan dalam kegiatan Re-Akreditasi di Puskesmas Rengasdengklok tercium begitu pekat, sebab ucapan yang dilontarkan Hasan Hariri merupakan larangaan dan ancaman agar para wartawan tidak berani meliput.

“Sebelumnya saya  sudah meminta ijin kepada salah satu staff yang ada di Puskesmas tersebut untuk mewawancarai Kepala Puskesmas Rengasdengklok dan itupun waktunya nanti setelah kegiatan usai. Tetapi belum selesai  saya bicara, Hasan Hariri langsung berkata bahwa menurut aturan, kegiatan yang digelarnya tidak bisa diliput atau dipublikasi karena bersifat rahasia. Bahkan dengan arogannya Hasan Hariri mengaku dekat dengan pimpinan dan anggota salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten ini, ”tambah Iskandar

Berdasarkan Permenkes Nomor 46 tahun 2015 Tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi disebutkan bahwa, Re-Akreditasi Puskesmas merupakan salah satu upaya pemerintah di bidang kesehatan untuk menjamin keberlangsungan mutu layanan kesehatan di Puskesmas. Oleh karenanya, Permenkes Nomor 46 Tahun 2015 mengamanatkan bahwa Puskesmas yang telah terakreditasi akan dilakukan akreditasi ulang atau Re-Akreditasi setiap 3 tahun sekali. Tujuannya agar Puskesmas tidak jalan di tempat dan  terus menerapkan prinsip peningkatan mutu yang berkesinambungan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat.

Dalam penjelasan Permenkes diatas, tidak disebutkan adanya larangan meliput dan publikasi kegiatan Re-Akreditasi yang digelar Puskesmas. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin