Kamis, Oktober 24th, 2019

Gara-Gara Tulis Berita Kasus, Dua Wartawan Online Diintimidasi Ketua PGRI

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM Ketua PGRI Cabang  Purwasari Kabupaten Karawang, mengintimidasi wartawan online, gara-gara sang wartawan menulis berita kasus.

AS diringkus dan diperlakukan tidak wajar oleh beberapa oknum guru

Salah seorang wartawan media online berinisial AS, terpaksa harus menandatangani surat pernyataan dibawah tekanan. Demi keselamatan  jiwanya, AS kemudian menandatangani surat pernyataan yang melarangnya untuk menulis berita kasus dan harus mengklarifikasi pemberitaan media lain yang menyoroti pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang bersumber dari  Dana  Alokasi Khusus (DAK) Tahun  Anggaran 2019.

AS bercerita, sebelum dirinya dipaksa untuk menandatangani surat pernyataan, dirinya sempat  diperlakukan seperti maling yakni dikejar bak memburu babi hutan  oleh beberapa kalangan terpelajar dari tenaga pendidik.

“Saya menandatangani surat pernyataan itu tujuannya untuk menyelamatkan diri dari keberingasan mereka. Sebelumnya saya diburu seperti maling. Saat itu saya dan JJ akan meminta hak jawabnya terkait pemberitaan yang dipublikasikan media lain tertanggal 25 September 2019, ”tutur AS kepada tintabiru.com, Sabtu. (28/09/2019)

Kedua wartawan online ini mengaku  panik saat melihat  keberingasan sejumlah tenaga pendidik SDN Tegalsari 2.  Keduanya  diburu seperti  memburu babi hutan. JJ bernasib baik sebab luput dari kejaran  sejumlah oknum guru. Namun nasib sial menimpa AS karena AS berhasil ditangkap dan dipermalukan di depan umum.

“Saya tidak menyangka pada saat saya sampai ke SDN Tegalsari 2, suasana disana tampak tidak bersahabat. Akhirnya saya balik kanan meninggalkan sekolah tersebut. Namun, kami berdua tiba-tiba dikejar.  Saya panik melihat keberingasan mereka. Kemudian saya  berlari untuk menghindari  kejaran  para oknum guru itu hingga akhirnya saya dibekuk seperti maling dan kemudian dibawa ke ruang sekolah lalu saya dibentak-bentak. Inti persoalannya adalah guru dan kepala sekolah tidak terima karena kasus sekolah dimana mereka mengajar diberitakan, “terang AS.

Fakta atas terjadinya intimidasi terhadap wartawan online ini dibenarkan Ketua PGRI Cabang Kotabaru, Iwa Hirana. Iwa mengaku mendapat informasi kejadian tersebut dari salah satu Group WA meski ia tidak menyaksikan penandatangan surat pernyataan yang dimaksud AS. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin