Kamis, Oktober 24th, 2019

Bulog Karawang Teken MoU Dengan Supplier Beras BPNT Hingga 2021

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM Setelah Kementerian Sosial (Kemensos) menunjuk Perum BULOG  sebagai manager supplier untuk program  Bantuan Pangan Non Tunai  (BPNT),  Kepala Perum Bulog  Sub Divre Karawang, Rusli, mengaku hampir setiap  hari kedatangan tamu yang mendaftar ingin menjadi  supplier.

Kepala Sub Divre Bulog Karawang, Rusli, saat berbincang dengan tintabiru.com

Menurutnya, calon supplier yang akan diterima bulog harus melengkapi persyaratan. Bukan hanya company profile perusahaan saja yang ditunjukan, akan tetapi harus membuktikan bahwa dirinya pernah memasok beras BPNT kepada E-warong khususnya pada bulan Juli dan Agustus. Sebab, pada September ini, Perum Buloglah yang ditunjuk sebagai penyedia komoditas bantuan pangan non tunai oleh Kemensos.

“Calon supplier yang diterima bulog, mereka yang pernah menjadi supplier sebelum Bulog diberi kewenangan oleh Kemensos. Tetapi yang menjadi syarat utamanya adalah  yang pernah memasok beras pada E-warong  di bulan Juli dan Agustus dan hal itu dibuktikan dengan bukti transfer dari E-warong kemudian surat  jalan pengiriman beras pada  E-warong dan Purchase Order (PO) Juli dan Agustus juga harus dilampirkan dalam Company Profile Perusahaan. Jadi ada tiga syarat yang harus dilampirkan.  Jika tiga syarat tersebut tidak ada maka mohon maaf tidak bisa diterima, ”terang Rusli, selaku Kasub Divre Bulog Karawang saat berbincang dengan tintabiru.com diruang kerjanya pada Rabu (25/09/2019).

Rusli juga mengatakan, supplier yang sudah berjalan pada September ini dibuatkan Memorandum of Understanding (MoU) antara Bulog dengan Supplier hingga September  2021.

“Tujuannya agar para kedua belah pihak terikat dengan tanggungjawab, utamanya kualitas  dan kuantitas. Sebab dalam pengiriman beras BPNT, bulog tidak langsung berhubungan dengan E-warong, “katanya.

Meski demikian, lanjut Rusli, Bulog tetap memegang prinsip 6T, yakni, Tepat kualitas, Tepat  jumlah, Tepat harga, Tepat waktu dan Tepat administrasi.

“Supplier  wajib menolak jika beras yang diterima dari Bulog bukan premium. Tetapi jika beras yang dikirim oleh supplier kepada E-warong dikomplain oleh E-warong atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) karena buruk , maka bukan lagi menjadi tanggung jawab Bulog, “tambahnya.

Target  Perum Bulog dalam melayani kebutuhan beras BPNT di Kabupaten Karawang setiap bulannya mencapai lebih dari 1400 ton. Sementara, penyaluran pada bulan September baru mencapai sekitar 60 persen untuk mencapai target hingga 100 persen. Hingga saat ini, Bulog masih menunggu data calon supplier yang memenuhi syarat  dari Dinas Sosial Kabupaten Karawang.

“Penyaluran perdana di bulan September 2019, Bulog telah menyalurkan beras untuk kebutuhan KPM Kabupaten Karawang baru  800 ton saja. Sementara targetnya lebih dari 1400 ton dalam setiap bulannya. Kami masih menunggu data dari Dinsos agar beras BPNT 100 persen disuppali dari Bulog, “tutupnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin