Jumat, September 20th, 2019

PHE ONWJ Mulai Cairkan Dana Kompensasi Bagi Warga Terkena Dampak Tumpahan Minyak Sumur YYA-1

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM 10.271 warga Kabupaten Karawang yang terkena dampak tumpahan minyak sumur YYA-1 mulai menerima dana kompensasi dari PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) pada Rabu (11/09/2019) kemarin.

PHE ONWJ mulai memberikan dana kompensasi kepada warga yang terkena dampak kebocoran minyak mentah di perairan utara Kabupaten Karawang

Pencairan dana kompensasi tahap awal dihadiri Bupati Karawang, dr. Cellica Nurrachadiana dan direktur pengembangan PHE, Afif Saifudin.

Pencairan kompenasi tahap awal dimulai di Desa Sedari Kecamatan Cibuaya karena warga di desa ini telah terverifikasi dan merupakan jumlah penerima dana kompensasi terbanyak dibandingkan warga dari 20 desa lainnya yang terkena dampak limbah pertamina. Selanjutnya adalah  Desa Tambaksari Kecamatan Tirtajaya dan pencairan dana kompensasi ini akan dilakukan di desa-desa lain yang terkena dampak.

Kompensasi tahap awal dicairkan sebesar Rp 1,8 juta untuk dua bulan yakni bulan Juli-Agustus melalui Himpunan Bank Negara (HIMBARA) yang disepakati yakni  BRI, BNI dan Bank Mandiri.

Sejumlah warga Desa Sedari Kecamatan Cibuaya, mulai menerima dana kompensasi dari PT. Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java

Besaran kompensasi tahap awal ini merupakan hasil koordinasi pemangku kepentingan pada 9 hingga 10 September 2019 yang dihadiri Tim Kejaksaan Agung, BPKP, KKP, KLHK, SKK Migas, MUI Jabar dan Kepala Dinas di tujuh Kabupaten dan Kota dibantu  Tim Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) IPB sebagai konsultan akademik untuk mempertimbangkan risiko terkecil dan keputusan pemberiaan kompensasi awal.

“Kompensasi awal ini belum final. Kami masih menunggu hasil penilaian tim penilai yang menentukan besaran kompensasi. Besaran yang diberikan kepada warga mulai tanggal 11 September Rp 900 ribu perbulan itu  merupakan bentuk keseriusan dan tanggungjawab kami agar warga tidak jenuh berharap sambil menunggu proses penilaian berikutnya, ”terang Ifki Sukarya, Vice President Relation PHE ONWJ, Kamis (12/09/2019).

Ifki Sukarya menjelaskan, besaran kompensasi yang diberikan kepada warga besarannya tidak sama, sebab bidang usaha mereka beraneka ragam.

“Ada nelayan tangkap, petani tambak, petani garam, pembudidaya rumput laut, pedagang dan usaha lainnya termasuk obyek wisata juga kami perhatikan dan selama dua bulan berlangsung kompensasi tahap awal ini baru direalisasikan, karena harus melalui proses panjang sambil menunggu SK Bupati, “katanya.

Selain itu, tambah dia, bukan hanya Kabupaten Karawang saja yang terkena dampak namun ada sekitar 50 Desa di tiga Provinsi yakni: Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Beberapa daerah yang berasal dari tiga Provinsi itu adalah: Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kepulauan Seribu, Kabupaten Serang, Kota Serang, Tangerang, dan Kota Cilegon.

“Yang pasti bagi warga yang terkena dampak pencemaran minyak di tiga Provinsi yang tersebar di tujuh Kabupaten dan Kota akan kami beri kompensasi, termasuk obyek wisata. Tetapi kami juga tidak bisa tergesa-gesa, karena ada mekanisme yang harus ditempuh dan kami harus teliti serta fokus supaya bisa menyelasaikan satu persatu, ”tambahnya.

Upaya PHE melakukan pengendalian dan mematikan sumur YYA-1 yang mengeluarkan semburan minyak dan gas bumi adalah dengan melakukan pengeboran sumur relief well (YYA-1 RW).

Pengeboran tersebut  menggunakan rig Soehanah yang berdiri sekitar 1 kilometer dari anjungan YY dan  telah dilakukan sejak 1 Agustus 2019.

“Mudah-mudahan pada akhir September mendatang pencemaran oil spill ini bisa segera diatasi, sebab pipa yang bermasalah dengan pipa yang akan mematikan atau menutup semburan minyak dan gas bumi tinggal 60 cm lagi. Tidak mudah mengerjakan hal ini, sebab letak pipa yang bermasalah berada di perut bumi, ”tutupnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Dinas Perikanan dan Kelautan Karawang Bantah Oil Spil di Perairan Tambaksumur Berasal dari PHE ONWJ, Durahim Suarli: Karena Ada Upaya Pencurian Asset ESDM!

Oleh: Darsen Tajudin KARAWANG, TINTABIRU.COM – Pasca  pencemaran limbah minyak di perairan Tambaksumur yang disebabkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subcribe Youtube kami