Jumat, September 20th, 2019

Gara-Gara Pungli, Dua Kepala Sekolah SMPN di Karawang Dipecat Dari Jabatannya

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, TINTABIRU.COM Dua Kepala Sekolah SMPN yang sempat mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Karawang resmi dipecat dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah.

Kedua Kepala Sekolah yang dijatuhi sanksi berat adalah Kepala Sekolah SMPN 1 Cikampek,  Hermawan, karena terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Saber Pungli Jawa Barat pada Rabu (4/9/19) silam dengan barang bukti  uang sebesar Rp47. 419. 000,-.

Sementara, Kepala Sekolah SMPN 2 Lemahabang, Nilnamuna, diketahui memungut uang sebesar Rp750 ribu per siswa untuk kegiatan Outing Class ke Yogyakarta tanpa   adanya musyawarah terlebih dahulu dengan orang tua murid.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Karawang, Sopandi, mengatakan keduanya diketahui telah melakukan pungutan liar (Pungli) dari siswa dengan pertanggungjawaban keuangan yang tidak jelas.

“Kepala Sekolah SMPN 1 Cikampek sudah resmi dipecat dari jabatannya karena terjaring OTT  oleh Satgas Saber Pungli Jawa Barat. Sementara Kepala Sekolah SMPN 2 Lemahabang diberhentikan untuk sementara, “tutur Sopandi.

Dikatakan dia, dirinya telah membuat surat pemberhentian Kepsek SMPN 1 Cikampek, Hermawan, kepada Kepala Disdikpora Kabupaten Karawang untuk selanjutnya diusulkan kepada Bupati Karawang. Sedangkan untuk melakukan pemecatan secara permanen terhadap Nilnamuna, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat.

“Jika Nilnamuna terbukti bersalah maka pemecatan bisa dilakukan permanen. Kedua Kepsek bermasalah tersebut kasusnya sedang ditangani Inspektorat, ”terang dia kepada sejumlah wartawan.

Tindakan tegas terhadap dua Kepala Sekolah bermasalah tersebut, menurut Sopandi, merupakan peringatan keras bagi para Kepsek lainnya agar dalam menjalankan tugas tidak menabrak aturan dan perundang-undangan yang ditetapkan pemerintah. Jika masih ada yang nekat, kata dia, pihaknya akan melakukan tindakan serupa.

“Siapapun Kepala Sekolahnya yang berbuat masalah hukum kami tidak akan segan untuk memberhentikan yang bersangkutan dari jabatannya, ”ucapnya.

Sopandi juga menjelaskan langkah tegasnya yang bertujuan agar Kegiatan Belajar Mengajar bisa berjalan normal dan tidak terganggu oleh proses pemeriksaan yang ditangani Inspektorat.

“Kasihan anak-anak yang saat ini sedang melaksanakan belajar, utamanya para guru dan tenaga kependidikan, “tutupnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subcribe Youtube kami