Kamis, November 21st, 2019

Bappeda Jabar: Rencana Pemindahan Pusat Pemerintahan Jawa Barat Melalui Kajian Komprehensif

KOTA BANDUNG, TINTABIRU.COM Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat, Taufiq Budi Santoso, menyatakan urgensi pemindahan pusat pemerintahan Jawa Barat adalah tuntutan peningkatan kinerja pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Hal itu, jelas Taufiq Budi Santoso, sangat tergantung dari koordinasi antar OPD se-Jabar.

Tiga Daerah Yang Menjadi Kandidat Ibukota Jabar

Rencana pemindahan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat menurutnya, telah melalui proses dan kajian komprehensif. Demikian juga dengan tiga daerah yang menjadi kandidat yakni, Tegalluar (Kabupaten Bandung), Walini (Kabupaten Bandung Barat) dan Segi Tiga Rebana (Kabupaten Majalengka).

“Alasan yang paling mendasar adalah karena efektivitas dan efisiensi pelayanan, mengingat lokasi kantor Pemerintahan Pemprov Jabar masih terpisah. Selain itu, adanya keunggulan konektivitas kawasan. Dengan adanya pembangunan kereta api cepat, BIJB, Tol Cipali dan Tol Cisumdawu, ”tutur Taufiq.

Selain efektivitas dan efisiensi, tambah Taufiq, pemindahan pusat pemerintahan dilatarbelakangi untuk mengurangi beban Kota Bandung. Dengan memindahkan pusat pemerintahan, Jabar juga akan memiliki kota baru yang berkualitas, modern, dan berkelanjutan.

“Mengurangi  beban Kota Bandung dengan membuat kota baru yang berkualitas, modern, serta sustainable. Sehingga, beban yang di Bogor, Depok dan Bekasi, maupun Bandung Raya bisa berkurang, sehingga kedua metropolitan itu dapat melakukan pemulihan, city repair, ”ucapnya.

Taufiq juga menegaskan, rencana pemindahan pusat pemerintahan Jabar sudah ada sebelum masa kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Hal itu diwujudkan dengan adanya kajian Pusat Pemerintahan Walini yang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Jabar.

“Sudah ada (sebelum masa kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu). Hal itu diwujudkan dengan adanya kajian Pusat Pemerintahan Walini oleh Disperkim. Dengan adanya dinamika perkembangan infrastruktur, dikaji opsi selain Walini. Pertimbangan utama dipilihnya ketiga daerah itu karena keunggulan konektivitas dan infrastruktur wilayah. Lalu, adanya kereta api cepat, BIJB dan Cipali, “tambahnya.

Menurut Taufiq, Bappeda Jabar sendiri telah mengkaji ketiga derah tersebut dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Mulai dari daya dukung lingkungan dan lahan, sosial serta hukum.

“Bappeda bersama Disperkim tengah mengkaji opsi-opsi terpilih. Selain itu, Bappeda juga telah melakukan koordinasi dengan Kabupaten-Kabupaten yang akan menjadi lokasi kajian, sehingga kami mengantungi data yang komprehensif, “pungkasnya. (rif)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Ridwan Kamil Kunjungi Korban Tsunami Selat Sunda di Lampung Selatan

Oleh: Syamsul Arifin LAMPUNG SELATAN, TINTABIRU.COM – Gelombang tsunami di selat sunda yang menerjang pesisir …