Kamis, Oktober 24th, 2019

KH. Maimun Zubair Dikabarkan Wafat di Mekkah

MEKKAH, TINTABIRU.COM Ulama besar asal Indonesia, KH. Maimun Zubair (Mbah Maimun/ Mbah Moen), dikabarkan meninggal dunia di Mekkah pada Selasa (6/8/19).

KH. Maimun Zubair saat mencium Hajar Aswad

“Saya dapat informasi dari Gus Rozin, staf istana yang ada di Mekkah bahwa Mbah Maimun wafat saat ibadah haji, “tutur Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU), Ali Masykur Musa, seperti diberitakan Kompas.com.

Sebelum berangkat haji, KH. Maimun Zubair (Mbah Moen) sempat mendatangi kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, pada Sabtu (27/7/19) lalu. Saat itu, Ketua Majelis Syariah PPP ini ditemani putranya, Taj Yasin Maimun, yang merupakan Wakil Gubernur Jawa Tengah.

Kepada Megawati, Mbah Moen menjelaskan kedatangannya hendak bersilaturahmi sebelum pergi ke tanah suci. KH. Maimun Zubair berangkat ke Mekkah pada Minggu, 28 Juli 2019.

“Hanya silaturahmi dan pamitan karena akan berangkat ke Tanah Suci. Itulah namanya persaudaraan yang hangat di antara beliau berdua, “ujar Wasekjen PDIP, Eriko Sotarduga.

Informasi mengenai wafatnya Mbah Moen juga disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani.

“Iya, saya mendapat kabar dari Mekkah bahwa Mbah Moen berpulang ke hadirat Allah, “ucap Arsul Sani.

Menurut Arsul Sani, kabar mengenai wafatnya Mbah Moen juga didapatkannya langsung dari putra Mbah Moen, Taj Yasin.

“Hal ini telah saya konfirmasikan ke putra beliau, Gus Yasin, Wakil Gubernur Jawa Tengah, “tambahnya.

KH. Maimun Zubair adalah pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar yang terletak di Sarang, Rembang, Jawa Tengah dan salah satu tokoh sepuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Mbah Moen lahir di Sarang, Rembang, pada 28 Oktober 1928. Beliau merupakan putra dari Kiai Zubair, Sarang, seorang yang alim dan faqih.

Ayah beliau, kyai Zubair adalah murid dari Syaikh Said Al-Yamani serta Syaikh Hasan Al-Yamani Al-Makky. Mbah Moen juga mengasuh beberapa pondok pesantren, diantaranya adalah pondok pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah.

Dikutip dari nu.or.id, semasa hidupnya, Mbah Moen pernah belajar di pondok pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan Kyai Abdul Karim, Kyai Mahrus Ali, dan Kyai Marzuki.

Ketika usianya menginjak 21 tahun, Mbah Moen melanjutkan studinya ke Mekkah Al-Mukarromah didampingi kakeknya, Kyai Ahmad bin Syuaib. Saat di Mekkah, Kyai Maimun Zubair belajar ilmu agama kepada Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki, Syaikh Al-Imam Hasan Al-Masysyath, Sayyid Amin Al-Quthbi, Syaikh Yasin Isa Al-Fadani, Syaikh Abdul Qodir Al-Mandaly dan beberapa ulama lainnya. (red)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin