Kamis, Oktober 24th, 2019

Sosialisasi Harga Kios Antara Pengembang Dengan Pedagang Pasar Rengasdengklok Belum Temukan Kata Sepakat

Oleh: Yayan Suryana

KARAWANG, TINTABIRU.COM Harga kios dan los yang ditawarkan dengan harga tinggi oleh PT. Visi Indonesia Mandiri selaku developer pembangunan pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok menjadikan mayoritas pedagang di pasar ini merasa sangat keberatan.

Pengembang pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok, Kamis (25/7/19) pagi, menggelar sosialisasi harga kios dan los dengan para pedagang pasar setempat

Betapa tidak, untuk bisa memiliki los di pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok, para pedagang di pasar ini harus membayar Rp17 juta/ meter persegi, sementara untuk kios ditarif dengan harga Rp19 juta/ meter persegi.

Salah seorang pedagang kaki lima di pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok, Jefri Wilyana, mengatakan untuk bisa memiliki satu kios kecil dengan ukuran 3×3 meter, Maka pedagang disana harus memiliki uang sejumlah Rp171 juta rupiah.

“Jika Down Paymentnya (DP) saja 30 persen, maka pedagang yang akan berjualan disini harus memiliki uang sekitar Rp51,7 juta. Hal tersebut sangat jauh dari pendapatan rata-rata para pedagang pasar disini. Oleh karenanya, saya sangat merasa keberatan dengan harga yang ditawarkan developer, “tutur Jefri Wilyana, usai mengikuti sosialisasi harga kios dan los pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok yang digelar pihak marketing PT. Visi Indonesia Mandiri, Kamis (25/7/19).

Para pedagang yang akan menempati los di pasar Proklamasi Rengasdengklok, ujar Jefri, pihak pengembang telah mematok harga Rp17 juta/ meter persegi , sehingga los dengan ukuran 2X2 meter persegi itu harus ditebus dengan harga Rp 68 juta.

Ditambahkan dia, posisi pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok tidak terlalu strategis seperti halnya pasar Johar, sehingga menurutnya pihak developer harus kembali mengkaji ulang soal harga yang terlalu mahal yang berakibat bisa memberatkan para pedagang.

“Dalam hal ini harga yang diajukan developer tidak boleh memberatkan para pedagang pasar, “pintanya.

Salah seorang perwakilan pedagang pasar Proklamasi Rengasdengklok, H Datuk, menegaskan kunci keberhasilan pembangunan kembali pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok adalah relokasi. Dengan relokasi ini, kata dia, semua pedagang akan bisa terakomodir dan pendataan yang dilakukan adalah data asli para pedagang pasar.

“Jika pengembang hanya membangun 800 kios saja maka banyak pedagang pasar Rengasdengklok tidak akan terakomodir. Hal ini akan menyebabkan banyaknya pedagang kaki lima yang akan kembali berjualan di pinggir jalan. Pemkab Karawang harus mampu menghadirkan solusi supaya para pedagang yang berekonomi lemah memiliki kesempatan untuk bisa memiliki kios di pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok. Jika hal ini dilakukan, maka tujuan Pemerintah Kabupaten Karawang untuk mewujudkan pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok yang bersih dan lebih baik lagi akan segera tercapai, “tegasnya.

Sementara itu, General Manager PT. Visi Indonesia Mandiri, Agung, menceritakan pihaknya akan kembali mempertimbangkan keluhan para pedagang pasar Proklamasi Rengasdengklok terkait dengan harga yang ditawarkan. Padahal, menurut dia, harga kios dan los yang ditawarkan kepada para pedagang pasar telah sesuai dengan pembahasan dan pertimbangan yang digelar antara developer dengan para pedagang pasar.

Pihak developer juga, terang Agung, telah menargetkan hingga Juli 2020 pembangunan pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok telah rampung dan akan diserahterimakan kepada para pedagang pasar.

Hingga berita ini dipublikasikan, sosialisasi harga kios dan los yang dilakukan pihak pengembang dengan para pedagang pasar tradisional Proklamasi Rengasdengklok yang digelar hingga Kamis (25/7/19) siang belum menemui kesepakatan soal harga. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin