Selasa, Agustus 20th, 2019

Pedagang Pasar Tradisional Rengasdengklok Keberatan Soal Harga Kios Yang Diajukan Pengembang

Oleh: Yayan Suryana

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Jelang pembangunan kembali pasar tradisional Rengasdengklok, PT. Visi Indonesia Mandiri (VIM) menggelar sosialisasi harga kios kepada para pedagang. Sosialisasi yang digelar di aula Desa Rengasdengklok Selatan pada Rabu (17/7/19) itu diwarnai keberatan dari pihak para pedagang.

Pengembang pasar tradisional Rengasdengklok bersama dengan pedagang setempat, Rabu (17/7/19) menggelar rapat terkait besaran harga penjualan kios

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PPKL) pasar Rengasdengklok, Didi, pada rapat yang digelar, para pedagang tidak menyepakati besaran harga kios yang ditawarkan pihak pengembang.

“Kita butuh waktu untuk sosialisasi harga kios ini kepada pedagang yang lain. Selain masalah harga, kami juga keberatan dengan ukuran kios yang telah ditentukan pihak pengembang, “tutur Didi kepada para wartawan, usai pertemuan.

Para pedagang pasar tradisional Rengasdengklok masih belum menyepakati besaran harga kios yang diajukan pihak pengembang

Ditempat yang sama, ketua umum LSM Kompak, Ahmad Mukron, menyatakan secara organisasi, dirinya mendukung pembangunan kembali pasar Rengasdengklok. Hanya saja, kata dia, karena pengembang sering meninggalkan pekerjaannya tanpa kabar berita maka LSM Kompak mempertanyakan keseriusan dan kesiapan pengembang dalam melakukan pembangunan kembali pasar tradisional terbesar di wilayah Karawang utara tersebut.

“Kami juga mendorong pemerintah untuk dapat mengakomodir para pedagang agar tidak ada provokasi dari pihak tertentu yang kemudian mengganggu jalannya pembangunan pasar Rengasdengklok. Masalah pembicaraan harga masih terlalu dini, karena pembangunan belum berjalan kembali, “ujar Mukron.

Mukron juga mempertanyakan rekam jejak pengembang pasar tradisional Rengasdengklok saat ini.

“Ini sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah!! Kita bicara pahit dulu yaa. Karena faktanya, banyak terjadi pengembang meninggalkan pekerjaan mereka, “paparnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PT. Visi Indonesia Mandiri, Agung, menyatakan pada pembangunan tahap pertama pihak pelaksana akan mengambil efisiensi berdasarkan masukan yang telah diterima. Pembangunan tersebut, jelas Agung, telah berdasarkan site plan yang telah disetujui pihak Pemerintah Kabupaten Karawang dengan jumlah 800 an kios.

“Hari ini kami membuka pendaftaran, dan kami juga tidak main-main dalam pembangunan ini. Kami akan melakukan sosialisasi season II agar permasalahan ini dapat terselesaikan, “ungkap Agung.

Dijelaskan dia, sebelum membuat MoU dengan Pemerintah Kabupaten Karawang, pihak pengembang pernah mengajak para pedagang pasar tradisional Rengasdengklok untuk melakukan study banding ke beberapa pasar yang ada di Ibukota Jakarta.

“Kaitan dengan jumlah kios ini kami tetap berdasar kepada kesepakatan dan permintaan Pemkab Karawang,”tutupnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Ketua Umum LSM Kompak Tantang Ketua DPRD Karawang

Oleh: Hasan Basri KARAWANG, TINTABIRU.COM – Perseteruan antara Ketua DPRD Karawang (Toto Suripto) dengan Kepala Dinas …

Subcribe Youtube kami