Senin, November 18th, 2019

Ketua Forum Pemuda Rengasdengklok: Hoak Adalah Senjata Untuk Membunuh Lawan Politik

Oleh: Sigit Ernowo

KARAWANG, TINTABIRU.COM – HOAK adalah salah satu kata baru yang tidak terdapat pada Deklarasi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 silam.

Bupati Cellica Nurrachadiana bersama dengan Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya dan Kepala Diskominfo Karawang, Drs. Yasin Nasrudin, saat menghadiri “Seminar Pemuda” yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Karawang, Kamis (24/01/2019)

Namun, kata hoak kini menjadi salah satu suku kata yang menjadi bahasan tema pada “Seminar Pemuda” yang digelar pada Kamis (24/01/2019) oleh Ikatan Mahasiswa Karawang.

Kegiatan seminar ini dihadiri Bupati Karawang, dr. Cellica Nurachadiana, Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya serta rombongan tamu dan undangan.

Menanggapi hal itu, Ketua Forum Pemuda Rengasdengklok, Nana Satria Permana, menyatakan pada deklarasi Sumpah Pemuda 1928 para pemuda tidak pernah menggunakan istilah “hoak”.

Namun, kata dia, deklarasi Sumpah Pemuda 1928 hanya menegaskan Satu Tanah Air, Satu Bangsa dan Satu Bahasa.

“Menurut saya, belakangan ini kata “hoak” digunakan sebagai upaya untuk membunuh lawan politik, terutama lawan politik yang berada di luar kekuasaan. Ini pendapat saya!!, “tegas Ketua Forum Pemuda Rengasdengklok, Nana Satria Permana, saat berbincang dengan tintabiru.com, Kamis (24/01/2019) siang. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin