Kamis, Oktober 24th, 2019

Hadiri Peringatan Maulid Nabi SAW di Karawang, Jokowi Sapa Jama’ah Dzikir Al-Baghdadi

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Presiden Jokowi bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo Sabtu (19/1/19) malam bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Baghdadi di Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dalam rangka menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani.

Presiden Jokowi menyalami jama’ah dzikir Al-Baghdadi

Cawapres nomor ururt 01 ini tiba di Ponpes Al-Baghdadi setelah menempuh perjalanan darat dari Kabupaten Garut. Kedatangan Kepala Negara ke Ponpes Al-Baghdadi disambut langsung oleh K.H. Junaedi Al-Baghdadi.

Di hadapan ribuan jama’ah yang hadir, Presiden mengingatkan tentang kebesaran bangsa Indonesia yang berpenduduk lebih dari 260 juta jiwa tersebar di 17 ribu pulau, 514 Kabupaten dan Kota serta 34 provinsi.

“Pada kesempatan yang baik ini kami ingin mengingatkan kepada semuanya, menyadarkan semuanya bahwa bangsa ini adalah bangsa yang besar. Indonesia adalah negara besar, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara besar, “kata Jokowi dihadapan ribuan Jama’ah yang hadir.

Jokowi bersalaman dengan K.H. Muzakki Syah, guru dari K.H. Junaedi Al-Baghdadi

Jokowi menambahkan, bangsa Indonesia juga dianugerahi Allah SWT berupa keragaman dan kemajemukan. Keragaman dimaksud mulai dari suku bangsa, agama, adat, tradisi, hingga bahasa daerah.

“Beda-beda semuanya, dan ini telah menjadi sunatullah, sudah menjadi hukum Allah kalau memang bangsa Indonesia ini berbeda-beda, “tambahnya.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh jama’ah yang hadir untuk terus menjaga, merawat, dan memelihara persatuan, persaudaraan, dan kerukunan bangsa. Sebagai Kepala Negara, Jokowi tidak menginginkan perbedaan yang ada itu menjadikan bangsa Indonesia tidak seperti saudara.

“Kadang-kadang saya sedih kalau mendengar (perselisihan). Ini biasanya dimulai gara-gara biasanya ini dari pilihan bupati, urusan politik, dimulai dari pilihan wali kota, dimulai dari pemilihan gubernur, dimulai dari urusan pemilihan presiden, “tuturnya.

Terkait pilihan politik, Presiden mengingatkan agar masyarakat menggunakan hati nurani dan pikiran yang jernih dalam menentukan pilihan.

“Kalau ada pemilihan bupati, dilihat ada A, B, C, ya tinggal dilihat saja pengalamannya punya enggak, prestasinya ada enggak, rekam jejaknya ada enggak, programnya bagus enggak, idenya bagus enggak, gagasan-gagasannya bagus enggak. Dilihat itu saja, “tegasnya.

Usai menyampaikan sambutan, Presiden kemudian turun dari panggung untuk menyapa jama’ah yang hadir. Sambil berjalan meninggalkan Ponpes Al-Baghdadi, Presiden bersalaman dengan para jama’ah dzikir Al-Baghdadi. (red)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Demi Bela Rakyat Habib Bahar bin Smith Mengaku Siap Dipenjara

JAKARTA, TINTABIRU.COM – Habib Bahar bin Smith dipolisikan Jokowi Mania dan Cyber Indonesia karena ceramahnya …