Sabtu, Februari 23rd, 2019

Kuasa Hukum Najib: Klien Kami Memang Dipersekusi Karena Dituduh Curi Pasir Laut dan Tebang Pohon Mangrove

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Kabar persekusi terhadap Najib, warga asal Kampung Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebagaimana diungkapkan Calon Wakil Presiden Nomor 02, Sandiaga Salahudin Uno, pada acara debat Pilpres 2019 yang digelar di hotel Bidakara, Jakarta pada Jum’at ( 18/1/19) malam kemarin, dibenarkan oleh Husen Pelu, salah seorang kuasa hukum korban.

Petugas keamanan menunjukkan lokasi tumpukkan pasir yang digunakan Najib untuk mengurug pohon mangrove yang terancam abrasi. Hutan mangrove tersebut hanya berjarak 10 meter dari halaman rumahnya. Photo: (Ist)

Korban bernama lengkap Najibulloh (52) alias Najib itu melaporkan peristiwa yang dialaminya terkait tindakan kekerasan yang dilakukan oleh salah seorang petugas Kelompok Mayarakat Pengawas (POKMASWAS) Pasirputih Cilamaya, karena telah dituduh melakukan pencurian pasir laut dan penebangan pohon mangrove yang ada di depan rumahnya.

“Yang benar adalah, saat itu Najib menggali pasir untuk dijadikan sebagai penampungan air dan mengambil pasir yang sebelumnya sudah ditimbunnya kemudian diambil kembali untuk menutupi dan melindungi pohon mangrove agar tidak terkena abrasi yang bisa berdampak luas ke  rumahnya. Karena jarak rumah Najib dengan pantai yang ditanami mangrove itu hanya sekitar 10 meter dari halaman depan rumahnya. Selain itu, sebelumnya Najib pun diminta oleh institusi terkait yakni pihak Kehutanan dan Kelautan untuk menanam kurang lebih 45 pohon mangrove. Justru Najib malahan menanam 125 pohon mangrove, “kata Husen Pelu, saat diwawancarai tintabiru.com, Sabtu (19/1/19) siang.

Hasan Pelu, SH (Kuasa hukum Najibulloh)

Dikatakan dia, Najibulloh adalah seorang petani mangrove yang tinggal di Kampung Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon dan sesekali mencari ikan ke laut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Tidak benar jika ada pernyataan bahwa Najib itu mencuri pasir!! Karena pasir yang digunakan untuk menutupi mangrove yang terkena abrasi itu diambil dari halaman rumahnya. Jika ada tuduhan bahwa Najib melakukan penebangan pohon mangrove, toh pohon mangrove itu adalah pohon mangrove yang dia tanam sendiri di halaman depan rumahnya, “jelasnya.

Husen Pelu juga menjelaskan kronologis singkat mengenai terjadinya tindakan persekusi terhadap kliennya tersebut.

“Saat Najib melakukan pengambilan pasir untuk mengurug tanaman mangrove yang terkena abrasi, tiba-tiba datanglah Sahari (47) dan langsung memarahi Najib. Disitulah Sahari (SH) bersama rekannya melakukan persekusi terhadap korban. Teman Sahari memegangi tubuh korban dan Sahari sendiri yang melakukan pemukulan terhadap Najib, “tuturnya.

Atas tindakan kekerasan tersebut, Najib kemudian melaporkan peristiwa kekerasan yang dialaminya ke Mapolsek Cilamaya pada Minggu (02/9/18).

“Status Sahari baru ditetapkan menjadi tersangka setelah hampir 5 bulan sejak korban melaporkan tindakan kekerasan yang dialaminya ke Mapolsek Cilamaya. Penetapan status tersangka terhadap   Sahari itu kira-kira pada pertengahan Desember 2018, “pungkasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin