Sabtu, Februari 23rd, 2019

Keributan di Pasar Malam Rengasdengklok Berlanjut ke Meja Polisi

Oleh: Sigit Ernowo

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Massa berseragam loreng dari salah satu organisasi masyarakat di Kabupaten Karawang nampak berkerumun di halaman kantor Polsek Rengasdengklok pada Sabtu (12/01/19) tengah malam sekitar pukul 11.00 wib.

Insiden keributan antar ormas yang terjadi di pasar malam Rengasdengklok kini ditangani oleh Mapolsek Rengasdengklok

Saat ditemui media ini, perwakilan massa mengklaim sengaja mendatangi Mapolsek Rengasdengklok untuk mendampingi korban insiden penganiayaan yang terjadi di lokasi pasar malam depan kantor Kecamatan Rengasdengklok.

Salah seorang anggota ormas, Karma alias Buluk, yang bertugas sebagai mediator lapangan mengatakan, kehadiran massa di Mapolsek Rengasdengklok untuk memberikan pendampingan kepada korban dugaan penganiayaan yang diketahui aktif sebagai anggota dari salah satu ormas di Kabupaten Karawang.

“Mereka datang ke Polsek Rengasdengklok untuk melaporkan insiden pemukulan yang terjadi di pasar malam Rengasdengklok yang terjadi pada Sabtu (12/1/19) malam Minggu kemarin. Informasi di lapangan, insiden pemukulan terjadi di dekat kantor Pejuang Siliwangi, “jelasnya.

Ditambahkan dia, insiden pemukulan berawal dari kesalahpahaman saat pembagian dana kebijakan dari pihak panitia pasar malam sekitar lebih dari Rp18 juta untuk salah satu ormas yang diberdayakan sebagai penjaga keamanan dan kondusifitas lingkungan di area pasar malam depan kantor Kecamatan Rengasdengklok.

Sebab itu, Karma alias Buluk menyesalkan tujuan pihak panitia pasar malam Rengasdengklok yang memberikan dana kebijakan sekaligus pemberdayaan ormas dan kelembagaan untuk keamanan malah berdampak sebaliknya.

Terpisah, beredar kabar di tengah masyarakat di sekitar lokasi pasar malam Rengasdengklok, kedatangan ormas di kantor Polsek Rengasdengklok terkait informasi sumir terjadinya bentrok antar ormas tersebut. Mengetahui haln itu, salah seorang aparatur desa setempat, RK Hasim,  membenarkan terjadinya insiden pemukulan yang terjadi di lokasi pasar malam, meskipun tidak banyak berkomentar seputar desas-desus di antara warga setempat  berpotensi menjadi bentrok antar ormas.

“Terkait  dana koordinasi keamanan pasar malam di depan Kantor Pemerintah Kecamatan Rengasdengklok, panitia telah menyerahkan dana keamanan sebesar lebih dari Rp18 juta kepada salah seorang anggota ormas. Justru kami hanya menerima sisanya yang menjadi awal permasalahan, “jelasnya.

Hingga kini, jelas RK Hasim, insiden pemukulan itu kasusnya berlanjut ke kantor Polisi.

Salah seorang warga setempat, Asep Saeful Anwar, mengatakan insiden  tersebut membuat sebagian masyarakat setempat merasa cemas dan khawatir akan terjadinya bentrok susulan. Karena itu, Asep  Saeful Anwar mendesak agar Satpol PP bersama Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa bersama pihak Kepolisian membubarkan kegiatan pasar malam di monumen tugu proklamasi karena mengancam keamanan masyarakat setempat. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Gerindra Gelar Bhakti Sosial di 350 Kecamatan di Jabar

Oleh: Topik Haryadi KARAWANG, TINTABIRU.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Karawang, Minggu (20/1/18) …