Senin, Mei 27th, 2019

Begini Cara Sekda Iwa Karniwa Tekan Laju Inflasi di Jawa Barat

Oleh: Syamsul Arifin

BANDUNG, TINTABIRU.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, membeberkan strategi dalam rangka menekan laju inflasi di Provinsi Jawa Barat.

Sekretaris Daerah Pemprov Jabar, Iwa Karniwa, membeberkan strategi cara menekan laju inflasi di Jawa Barat pada Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2019 yang digelar di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Jumat (11/1/19)

Menurutnya, berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik), laju inflasi di Jawa Barat mencapai 3.54 persen.

Lebih lanjut, Iwa Karniwa menjelaskan jika inflasi tidak terkendali akan berdampak pada penurunan daya beli masyatakat, penurunan investasi, berkurangnya daya saing, peningkatan kemiskinan dan pengangguran, yang berakibat akan menurunkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Barat.

Hal itu ditegaskan Iwa Karniwa saat membuka Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2019 yang digelar di Ruang Papandayan, Gedung Sate, Jumat (11/01/19) kemarin.

Beberapa hal yang dijelaskan Iwa Karniwa mengenai strategi untuk menekan laju inflasi di Jawa Barat adalah:

Pertama, beras sebagai bahan utama makanan dimana terjadi anomali iklim di tahun 2018 yang menjadikan keterlambatan masa tanam padi sehingga berimbas pada masa panen.

“Solusinya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Bulog melalukan operasi pasar secara harian. Jadi rata-rata 10 truk, kurang lebih 1000 ton digelontorkan ke masyarakat, “papar Iwa.

Langkah berikutnya, tambah Iwa, dengan cara mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penyangga permodalan bagi para petani.

Kedua, urai Iwa, adanya saran di tahun ajaran baru tahun 2019 pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk melakukan evaluasi batas kaitan dengan sumbangan dari orangtua murid, baik swasta maupun negeri. Agar dananya teekendali, karena dana ini merupakan salah satu penyumbang inflasi yang cukup tinggi.

Ketiga, tutur dia, pihak Pemprov Jabar akan mencoba menaikan komoditas telur ayam dan daging ayam ras. Melalui digity farming dan penguatan distribusi in center.

“Makanya, Alhamdulillah di tahun 2019 kita akan ada pasar induk dukungan dari pemerintah pusat. Kita kan belum punya pasar induk seperti Jakarta, “pungkasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin