Rabu, Februari 20th, 2019

RSUD Bayu Asih Lambat Tangani Pasien

PURWAKARTA, TINTABIRU.COM – Salah seorang keluarga pasien di RSUD Bayu Asih Purwakarta Jawa Barat merasa kecewa atas ketidak seriusan pihak rumah sakit milik Pemda Purwakarta ini dalam menangani pasien yang akan berobat.

Kondisi Muhamad Iqbal dalam keadaan lemas karena lamban mendapatkan penanganan medis pihak RSUD Bayu Asih[/caption]

Adalah Edeng, orang tua pasien atas nama Muhamad Iqbal, meluapkan kekecewaannya kepada para wartawan karena puteranya yang diduga menderita penyakit Bronchitis itu tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana mestinya .

Edeng menyebutkan, saat dirujuk ke rumah sakit plat merah milik Pemda Purwakarta ini, puteranya (Iqbal) dalam kondisi lemas akibat kurang cairan.

“Saya bersama putera saya (Muhamad Iqbal) datang kesini sejak pukul 08:30 WIB. Namun hingga pukul 11:00 WIB belum juga mendapatkan pelayanan dari pihak RSUD Bayu Asih, “kata Edeng kepada para wartawan, Senin (24/12/18).

Dikatakan dia, pihak rumah sakit terkesan cuek dan tidak mau tahu akan kondisi pasien yang telah mendaftar tersebut.

“Paling tidak harusnya putera saya terlebih dahulu mendapatkan pertolongan pertama. Ya diinfus atau bagaimana lah, “kata Edeng dengan nada kesal.

Edeng menjelaskan, puteranya tersebut saat ini dalam kondisi lemas akibat tidak segera mendapatkan penanganan medis yang sewajarnya dari pihak RSUD Bayu Asih.

“Putera saya tidak mendapatkan penanganan yang semestinya dengan alasan tidak ada ruangan. Pihak RSUD Bayu Asih beralasan bahwa semua ruangan yang ada telah penuh. Sementara dokter jaga yakni dr. Lukman mengatakan jika belum mendapatkan ruangan maka si pasien tidak bisa diinfus karena belum disebut emergency, “jelas Edeng.

Edeng menambahkan, dokter jaga yang ada beralasan bahwa jika dirawat di rungan IGD maka perawatannya tidak akan maksimal tidak seperti perawatan di ruangan.

“RSUD Bayu Asih ini kan milik masyarakat, masak pelayanannya seperti itu!? Apalagi dr. Lukman sebagai dokter jaga harusnya dia faham jika putera saya dalam kondisi lemas sehingga harus diberikan pelayanan maksimal, “tambahnya.

Edeng membandingkan pelayanan RSUD Bayu Asih sangat jauh dengan pelayanan RS swasta Siloam.

“Kalau di RS Siloam putera saya ditangani secara serius. Saat baru saja datang langsung dilakukan infus karena dokter disana tahu jika kondisi putera saya dalam keadaan lemas, “tuturnya.

Pengobatan Muhamad Iqbal ke RSUD Bayu Asih, ujar Edeng, adalah berdasarkan pernyataan Kepala Divisi Bisnis dan Perkembangan Bisnis RS Siloam, Nita Hanjani, yang menyatakan bahwa puteranya tersebut sudah bisa melanjutkan pengobatannya ke RSUD setempat.

“Karena penyakitnya memang sudah bisa ditangani di RSUD, dan ini berdasarkan rujukan dari pihak RS Siloam, “pungkasnya. (red)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin