Minggu, Juni 16th, 2019

Khawatir Terjadi Tsunami, Warga Teluk Lampung Panik Mengungsi Ke Tempat Tinggi

BANDAR LAMPUNG, TINTABIRU.COM – Ratusan warga yang tinggal di pesisir Teluk Lampung menjadi panik saat air laut mulai naik ke daratan dengan cepat dan tinggi tidak seperti biasanya.

Ratusan warga tersebut akhirnya mengungsi ke tempat tinggi karena khawatir terjadi gelombang tsunami.

Warga di sekitar Teluk Lampung mengungsi ke tempat tinggi karena khawatir terjadi tsunami

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pada Sabtu (23/12/18)sekira pukul 23:30 WIB, warga di Desa Hanura, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung masih panik dan terus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan aman pasca mengetahui air laut mulai naik memasuki rumah mereka dan meninggi hingga setinggi betis orang dewasa.

Warga yang panik langsung membawa perabotan penting milik mereka keluar rumah dan dievakuasi menuju ke tempat yang aman.

“Betul, warga Hanura merasa panik dan langsung mengungsi sambil membawa perabotan penting milik mereka. Mereka mengira akan terjadi gelombang tsunami, “kata Rudi Djunaedi, warga Desa Hanura seperti dibeitakan republika.co.id, Sabtu (23/12/18).

Dikatakan dia, air laut mulai naik ke daratan dan memasuki rumah warga yang tinggal di bibir pantai Teluk Lampung sekira pukul 22:40 WIB. Warga merasa kejadian air laut naik tersebut tidak seperti biasanya karena langsung meninggi hingga sampai betis orang dewasa.

“Kejadian seperti ini jarang terjadi. Biasanya kalau pasang sore hari, tapi ini malam dan air cepat meninggi, “tutur bapak yang memiliki dua anak tersebut.

Ditambahkan, air laut masih bertahan tinggi di sekitar bibir pantai Teluk Lampung. Rumah warga yang  berada tidak jauh dari bibir pantai sudah terendam air laut setinggi betis orang dewasa.

Warga menjadi khawatir karena air laut terus meninggi dan berpikir akan terjadi tsunami akhirnya panik dan langsung mengungsi ke tempat tinggi seperti ke Pasar Hanura.

Kepanikan yang sama juga melanda warga Kotakarang, Bandar Lampung. Warga di kampung nelayan ini panik karena air laut naik ke daratan yang tidak biasanya hingga masuk ke rumah warga. Pemukiman warga yang dekat dengan bibir pantai perairan Teluk Lampung itu semuanya telah terendam oleh air laut.

“Mereka khawatir akan terjadi tsunami, karena air laut langsung meninggi tidak seperti biasanya, “ujar Edi, warga setempat.

Fenomena air laut yang naik ke daratan ini menyebabkan destinasi wisata yang ada di Pulau Pahawang mulai terendam. Namun belum diketahui ketinggian airnya, karena pulau tersebut dikelilingi perairan Teluk Lampung.

“Saya juga mendapatkan kabar bahwa Pulau Pahawang telah terendam, “tambah Rudi.

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tidak ada tsunami yang terjadi di pesisir Anyer ataupun di Lampung Selatan. BNPB menyatakan naiknya air yang terjadi pada pukul 21:30 WIB itu disebabkan gelombang pasang yang terjadi karena fenomena bulan purnama.

“Gelombang pasang ini terjadi karena fenomena bulan purnama, ”pungkas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (22/12/18). (sa)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin