Senin, Juni 17th, 2019

PUPR Karawang Akan Bangun “Markas PETA” di Rengasdengklok

Oleh: Hasan Basri

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Pemerintah Kabupaten akan segera membangun replika markas “Pembela Tanah Air” (PETA) dan replika bangunan sejarah lainnya di wilayah Kecamatan Rengasdengklok.

Salah satu contoh monumen markas Pembela Tanah Air (PETA) yang rencananya akan dibangun di wilayah Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Acep Jamhuri, Senin (10/12/18) pagi.

“Rengasdengklok merupakan wilayah Karawang di bagian utara yang penuh dengan sejarah perjuangan bangsa. Meski demikian, nuansa sejarahnya tidak begitu terasa karena mungkin tempatnya kurang representatif. Oleh karenanya, kami akan kembali membangun ulang beberapa monumen bersejarah lainnya agar nilai sejarah perjuangan itu bisa terasa dan muncul kembali, “ujar Acep Jamhuri, melalui sambungan celluler.

Orang nomor satu di dinas PUPR Kabupaten Karawang itu menyatakan, pembangunan replika markas PETA tersebut akan dilakukannya dengan terlebih dahulu merobohkan bangunan Tugu Proklamasi.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Drs. Acep Jamhuri MSi

Dijelaskan, kendati Tugu Proklamasi merupakan monumen sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia, namun kondisinya tidak begitu terawat, sehingga, kata dia, Pemkab Karawang akan segera menggantinya dengan replika bangunan bersejarah baru yang lebih bernilai dan diyakini akan mampu menarik wisatawan.

“Lokasi tugu proklamasi yang ada sekarang rencananya akan digunakan untuk pentas seni, “ucapnya.

Acep menuturkan, beberapa monumen sejarah yang akan dibangun ulang diantaranya adalah, replika rumah sejarah “Djiaw Kie Siong” (Tempat dimana BungKarno dan Bung Hatta ditawan para pemuda Rengasdengklok), replika markas PETA serta pembenahan dan pemugaran kembali bekas kantor kewedanaan Rengasdengklok.

“Kami akan membangun kembali semuanya sesuai dengan bentuk aslinya. Kami juga telah melakukan studi  agar bentuk bangunannya mirip sekali dengan yang aslinya, “katanya.

Ditegaskan, pihaknya juga akan membangun pedestrian yang berguna untuk menghubungkan bangunan-bangunan bersejarah yang ada dalam rangka memudahkan para pengunjung dan wisatawan. Tak hanya itu, pihaknya juga akan membangun diorama, museum dan taman sebagai sarana untuk menambah destinasi wisata sejarah yang ada disekitarnya.

“Masterplannya sedang kami buat. Kami juga akan membangun pedestrian yang terkoneksi dengan semua bangunan bersejarah yang ada, termasuk ke rumah DjiawKie Siong, “tandasnya.

Acep memaparkan, replika rumah Djiaw Kie Siong yang ada sekarang masih dimiliki keluarga Siong. Padahal, tambah dia, Pemkab Karawang telah berupaya untuk membeli rumah tersebut untuk dijadikan sebagai cagar budaya sehingga perawatannya bisa tetap terjaga dengan baik.

“Pihak keluarga Siong tetap “keukeuh” tidak mau melepasnya ke Pemkab Karawang. Padahal rumah tersebut hanya replika, karena rumah yang aslinya memang sudah tidak ada. Dari latar belakang tersebut akhirnya kami memutuskan untuk membuat replikanya, “ungkapnya.

Diketahui, rumah sejarah milik Djiaw Kie Siong yang menjadi tempat Bung Karno dan Bung Hatta disembunyikan para pemuda Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 silam, posisinya telah bergeser dari tempatnya semula.

“Lokasi aslinya berada di dekat sungai Citarum. Rumah tersebut akhirnya digeser karena memang tanah di sekitar sungai Citarum terkena erosi, “terangya.

Acep mengatakan, mega proyek replika bangunan sejarah tersebut rencananya akan dimulai  pada tahun 2019 dan ditargetkan akan selesai pada 2020 mendatang. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Gerindra Gelar Bhakti Sosial di 350 Kecamatan di Jabar

Oleh: Topik Haryadi KARAWANG, TINTABIRU.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Karawang, Minggu (20/1/18) …