Kamis, April 25th, 2019

Wujudkan Prinsip Good Corporate Governance, PDAM Tirta Tarum Gandeng Kejari Karawang

Oleh: Riady Hidayat

KARAWANG, TINTABIRU.COM – Pasca Deklarasi “Bangkit PDAM Tirta Tarum” pada 21 November2018, PDAM Tirta Tarum KINI menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang dalam hal fasilitas hukum dan sosialisasi TP4D (Tim Pengawal, Pengaman,Pemerintahan dan Pembangunan Daerah).

Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Karawang, M. Sholeh

Kesepakatan kerjasama ini ditandatangani Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Rochayati SH MH dengan Direktur Utama PDAM Tirta Tarum Karawang, M. Sholeh, pada Rabu (5/12/18) tepatnya 4 bulan masa kepemimpinan direksi baru.

Selain dihadiri para pejabat eselon dari berbagai instansi, penandatanganan kesepakatan kerjasama ini juga disaksikan Dewan Pengawas PDAM Karawang bersama dengan tim advokasi dan media lokal dan nasional.

“Ini adalah bentuk konkrit tekad PDAM Tirta Tarum dalam melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) sekaligus implementasi dari “Deklarasi Bangkit PDAM Tirta Tarum” Kabupaten Karawang. Sebagai perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Karawang, maka PDAM Tirta Tarum sudah selayaknya memberikan pelayanan (service) terbaik kepada seluruh stakeholder khususnya para pelanggan PDAM, “kata Direktur PDAM Tirta Tarum, M. Sholeh.

Menurut dia, dwifungsi PDAM sebagai penyedia air minum/ air bersih bagi masyarakat adalah tugas sosial sekaligus bisnis yang menguntungkan. Artinya, terang dia, pelayanan kepada masyarakat ini tidak mengesampingkan kaidah-kaidah manajemen bisnis yang sewajarnya dan menguntungkan.

“Paradigma direksi PDAM yang baru harus berorientasi kepada Perusahaan Pelayanan Publik yang sehat dan baik dengan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Untuk itulah diperlukan kerjasama yang baik antara PDAM dengan Kejaksanaan Negeri Karawang dalam melaksanakan pekerjaannya, “tuturnya.

M. Sholeh menegaskan, sejarah panjang PDAM Tirta Tarum Kabupaten Karawang yang telah memasuki usia tiga windu telah diwarnai dengan turbulensi manajemen, proses bisnis dan kepemimpinan yang sangat dinamis. Berbagai peristiwa, kejadian, lika-liku, pertentangan, bahkan pergolakan di dalam perusahaan plat merah ini yang terjadi di masa lalu, kata dia, sangat mewarnai proses pendewasaan dan jatidiri PDAM.

“Sejarah masa lalu bukanlah untuk disesali atau diratapi secara berkepanjangan. Masa lalu harus dijadikan sebagai pelajaran/ pengalaman yang bisa diambil hikmahnya untuk membangun masa depan yang lebih baik lagi. Masa lalu adalah guru terbaik dalam proses pendewasaan diri menuju perusahaan publik yang sehat, baik, transparan dan juga memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat, “tegasnya.

Jajaran direksi baru PDAM Tirta Tarum, lanjut dia, bertekad untuk bangkit dari keterpurukan. Hal itu, menurut M. Sholeh, telah dibuktikan dari beberapa gebrakan yang telah dilakukan manajemen baru yang tiada henti berinovasi dalam rangka  memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pelanggan.

“Dengan motto baru, yakni (BEST) BErikan Service Terbaik, PDAM Tirta Tarum telah bertransformasi dari birokrasi menjadi korporasi, dari dilayani menjadi melayani, dari pasif menjadi pro aktif, dari menunggu menjadi menjemput bola dan dari tidak diperhitungkan menjadi power house, “jelasnya.

Selama masa transisi, jelas Sholeh, beberapa program telah dilaksanakan diantaranya adalah, konsolidasi internal, program One Day Service (OS), One Hour Service(OHS), program promo murah HUT RI ke-73, Program Promo HUT Karawang ke-385, Program bulan bebas denda (Amnesti PDAM), call center Service 24 hours, deklarasi bangkit dan yang terbaru adalah Gebyar Promo Akhir Tahun 2018.

“Semua program tersebut dilaksanakan dengan semangat BEST (BErikan Service Terbaik) dengan berorientasi pada kepuasan pelanggan (costumer satisfaction). Semua itu bisa dilaksanakan jika mendapatkan dukungan dari jajaran DPRD, Bupati, Dewan Pengawas, pegawai dan masyarakat. Salah satu bentuk dukungan adalah program hibah MBR Perkotaan yang dipercayakan kepada PDAM Tirta Tarum Karawang pada 2019 mendatang sebagai kado terindah menandai era bangkitnya perusahaan ini, “ucapnya.

Direktur PDAM Tirta Tarum Karawang ini juga mewanti-wanti bahwa, kedepannya tantangan yang akan dihadapi perusahaan air bersih milik Pemkab Karawang ini akan semakin besar.

“Masih banyaknya keluhan pelanggan dalam hal pelayanan dan kualitas air harus menjadi cambuk bagi peningkatan pelayanan terbaik. Selain kuantitas, kualitas, kontinyuitas juga keterjangkauan (4K) akan menjadi fokus PDAM Tirta Tarum dalam memperbaiki pelayanannya kepada publik. Tata kelola perusahaan yang baik atau GCG (Good Corporate Governance) harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Peran Kejari Karawang akan sangat diperlukan dalam rangka mengawal program yang dikerjakan sesuai dengan tugas TP4D (Tim Pengawal, Pengaman, Pemerintahan dan Pembangunan Daerah) Kabupaten Karawang, “pungkasnya. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

Pembangunan Rumah Dinas Pejabat KPPN Karawang Diduga Gunakan Air Curian PDAM

Oleh: Hasan Basri KARAWANG, TINTABIRU.COM – Pembangunan rumah dinas milik Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) …