Selasa, Oktober 15th, 2019

PBNU Minta Pemerintah RI Desak Arab Saudi Tarik Duta Besarnya dari Indonesia

JAKARTA, TINTABIRU.COM – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengutuk keras pernyataan sikap Duta Besar Saudi Arabia untuk Republik Indonesia, Osamah Muhammad Al-Suaibi yang menyebut GP Ansor sebagai organisasi sesat. Pernyataan tersebut ditulis Osamah Muhammad Al-Suaibi di akun twitter pribadinya.

Ketua PBNU, Said Aqil Siroj, memprotes keras cuitan Duta Besar Arab Saudi yang dianggap telah mencampuri urusan politik Indonesia

Selaku Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj, menyayangkan ucapan Osamah yang ditulis di akun media sosialnya sekira satu bulan lalu. Ia pun menerjemahkan pernyataan Osamah yang ditulis dalam bahasa Arab, yang artinya:

“Lebih dari 1 juta massa berkumpul untuk menyatakan persatuan umat Islam sebagai bentuk reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh organisasi sesat yang menyimpang. Jadi, kemarin di acara Reuni 212 dengan jumlah yang banyak itu adalah bentuk sikap atas insiden pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh oknum dari organisai sesat. Acara ini Juga dihadiri calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan wakil ketua parlemen Fadli Zon bersama dengan tokoh lainnya.”

Demikian pernyataan Osamah yang diterjemahkan Said Aqil Siroj di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (3/12/18).

Cuitan Dubes Arab Saudi yang menyebut GP Ansor sebagai ormas sesat dalam bahasa arab

Said Aqil Siroj menjelaskan, cuitan twitter Osamah tersebut mencoreng hubungan baik antara Indonesia dengan Arab Saudi. Selaku ketua umum PBNU, dirinya meminta pemerintah Indonesia untuk mendesak pemerintah Arab Saudi agar menarik Osamah sebagai dubes di Indonesia sebagai sanksi atas ikut campurnya di ranah politik Indonesia.

“Mendesak pemerintah RI untuk menyampaikan nota keberatan kepada pemerintah Arab Saudi agar memulangkan sekaligus menarik Osamah Muhammad Al-Suaibi sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dalam mencampuri urusan politik negara Indonesia, “ucap Said Aqil Siroj.

Dirinya menyesalkan tindakan Osamah yang telah sengaja menyebarkan fitnah dengan menuding aksi pembakaran bendera tauhid beberapa waktu lalu dilakukan oleh organisasi sesat dan menyimpang (GP Ansor-red).

Dijelaskan dia, Indonesia merupakan negara yang memiliki hubungan diplomatik sangat baik dengan Kerajaan Arab Saudi (KSA).

“Ada sekitar 20 persen masyarakat Indonesia yang setiap tahunnya pergi menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi. Kami ingin hubungan ini terus terjaga dengan baik, mengingat selain masalah penyelenggaraan ibadah haji, kami berharap pemerintah Saudi dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia yang berasa disana, “pungkasnya. (sa)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin