Senin, Maret 18th, 2019

Demi Bela Rakyat Habib Bahar bin Smith Mengaku Siap Dipenjara

JAKARTA, TINTABIRU.COM – Habib Bahar bin Smith dipolisikan Jokowi Mania dan Cyber Indonesia karena ceramahnya yang menyebut “Jokowi kayaknya banci” hingga “Jokowi haid”. Habib Bahar bin Smith juga didesak untuk meminta maaf. Kendati demikian, Habib Bahar bin Smith mengaku tidak gentar.

Pimpinan majelis “Pembela Rasulallah” Habib Bahar bin Smith mengaku siap dipenjara demi membela kepentingan rakyat

Habib Bahar bin Smith mengatakan, ceramah yang disampaikannya saat itu terkait dengan aksi 4 November 2016 atau Aksi 411. Dirinya menilai Jokowi sebagai presiden RI saat itu tidak bisa merespons keresahan umat.

“Saya mengatakan Jokowi presiden banci karena waktu aksi 411 jutaan umat Islam mendatangi depan Istana untuk bertemu dengannya untuk meminta keadilan penegakan hukum. Namun sebagai Presiden RI, Jokowi malah lari dari tanggung jawab dan lebih memilih urusan yang tidak penting daripada jutaan umat Islam yang ingin menemuinya. Para habaib, Kyai, dan ulama malah diberondong gas air mata, “ujar Habib Bahar bin Smith seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (1/12/18) kemarin.

Dalam ceramah yang disampaikannya, Habib Bahar bin Smith mengakui menyebut Jokowi sebagai pengkhianat bangsa. Sebab, menurut dia, Jokowi telah memberi janji palsu karena tidak mampu mensejahterakan rakyat Indonesia.

“Rakyat menderita, susah, kehausan, kelaparan. Namun yang makmur malah China, Barat, yang makmur perusahaan-perusahaan asing, kita pribumi Indonesia menjadi budak di negara kita sendiri, “ujar Bahar bin Smith.

Soal dirinya yang dilaporkan ke polisi terkait dengan ceramahnya, Habib Bahar bin Smith mengaku tidak gentar. Dirinya mengaku siap dipenjara demi membela rakyat.

“Kalau mereka mendesak saya meminta maaf, maka demi Allah, saya lebih memilih busuk di dalam penjara daripada harus minta maaf, “tegasnya.

Sementara, pihak Kepolisian menyatakan telah mencekal Habib Bahar bin Smith untuk bepergian ke luar negeri terhitung mulai 1 Desember 2018. Pencekalan itu terkait dengan kasus ujaran kebencian (Hate Speech) terhadap Jokowi.

“Yang bersangkutan (Bahar bin Smith) telah dilakukan pencekalan pada hari ini, sesuai surat dari Bareskrim Polri tertanggal 1 Desember 2018 ke Dirjen Imigrasi, “ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, Sabtu (1/12/18) kemarin.

Dari hasil penyelidikan, Habib Bahar bin Smith dinilai menyampaikan ceramah yang menghina Jokowi pada Januari 2017 di Palembang, Sumatera Selatan.

“Tim gabungan Bareskrim dari Direktorat Tindak Pidana Umum dan Siber dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Selatan yang melaksanakan sidik kasus ujaran kebencian yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith, karena lokus dan tempusnya di Palembang pada Januari 2017, “kata Dedi.

Sebelumnya, pihak Jokowi Mania dan Cyber Indonesia melaporkan Habib Bahar bin Smith ke pihak Kepolisian. Habib Bahar bin Smith dianggap melakukan orasi yang mengandung unsur ujaran kebencian (Hate Speech). (sa)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

About admin

Check Also

SMRC Prediksi Prabowo-Sandi Ungguli Jokowi-Ma’ruf

JAKARTA, TINTABIRU.COM – Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai, masih …